masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM - Gianyar Bali, Melestarikan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa adalah suatu hal yang istimewa, suatu keharusan dilakukan oleh manusia. Menyelamatkan ciptaan Tuhan yang akan punah pahalanya sangat besar tidak bisa dinilai dengan uang, dengan inisiatif dan keteguhan jiwa bergabung dengan Kelompok Pelestari Curik Bali Desa Serongga adalah suatu hal yang mulia.
Salah satu anggota Kelompok Pelestari Curik Bali Desa Serongga, Ngakan Nyoman Sumantra kepada Tribuananews.com mengatakan saat ini kondisi habitat Curik Bali atau Jalak Bali yang rusak akibat terdesak oleh manusia, serta supaya Jalak Bali tidak punah tentunya menjadi tantangan kelompok pelestari burung Curik Bali. "Selama ini memang Curik Bali atau Jalak Bali itu dari alam, dulu banyak di alam lalu berkurang ya karena ulah manusia. Jadi inilah tantangan terberat bagi kami KPCB (Kelompok Pelestari Curik Bali), supaya Curik Bali tidak sampai punah," jelas Ngakan Nyoman Sumantra pria kelahiran Desa Serongga Gianyar Bali yang banyak ide ini.
Lebih lanjut Ngakan Nyoman Sumantra menyatakan, pertemuan para pakar serta pemerhati Jalak Bali pada Bali Mynah International Workshop di Gianyar Bali (1 - 4 Oktober) beberapa waktu lalu menghasilkan beberapa rekomendasi mengenai upaya penyelamatan dan konservasi burung Jalak Bali, yang masuk dalam kategori kritis dan hampir punah. "Bali Mynah Protection Unit menjadi salah satu rekomendasi upaya penyelamatan Jalak Bali dari kepunahan, selain langkah teknis pelestarian Jalak Bali beserta habitat aslinya," jelas Ngakan Nyoman Sumantra.
Ngakan Nyoman Sumantra memaparkan, penyelamatan Jalak Bali perlu melibatkan masyarakat, khususnya yang telah berhasil melakukan pengembangbiakan, namun minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penangkaran yang baik perlu mendapat pendampingan dan pelatihan dari praktisi dan pakar di bidang Jalak Bali. "Perawatan Jalak Bali oleh masyarakat yang menjadi pelestari perlu memperhatikan kondisi kandang, makanan yang sehat, serta cukup memperoleh udara dan sinar matahari, agar Jalak Bali tetap sehat dan vit sebelum dilepaskan ke habitat aslinya," jelas Ngakan Nyoman Sumantra.
Ngakan Nyoman Sumantra mengatakan, populasi Jalak Bali yang tersisa saat ini justru berkat upaya sejumlah penangkaran dan pelestarian oleh masyarakat dalam menjaga keberlangsungannya di Bali. "Campur tangan manusia hanya sebatas membantu mempertemukan pejantan dan betina Jalak Bali. Kami melakukan penangkaran konservasi dan pelestarian untuk menjaga keberlangsungannya. Tujuan utama penangkaran konservasi adalah menjaga keberlangsungan Jalak Bali," kata pria yang telah tiga tahun melestarikan Jalak Bali lewat Kelompok Pelestari Curik Bali. (Iskandar/Udiana)



