masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Buleleng - Danramil 1609-05/Sukasada, Kapten. Inf. Gunung S. Mas bersama anggota dan warga masyarakat Desa Pegadungan melaksanakan aksi gotong royong untuk membersihkan sisa - sisa material rumah milik Ni Nengah Santri yang roboh akibat hempasan angin kencang pada Minggu 5 Januari 2020 lalu.
Aksi cepat itu dilakukan Senin ( 06/01) di rumah yang ditempati nenek berusia 75 tahun tersebut di Banjar Dinas Batu Dinding, Desa Pegadungan, Sukasada Buleleng merupakan bangunan semi permanen berukuran 4 X 5 meter, temboknya terbuat dari batu bata mentah dan atapnya terbuat dari seng dengan rangka kayu yang sudah terlihat lapuk sehingga sangat beresiko apabila menghadapi hujan dengan intensitas tinggi maupun angin kencang.
Kapten. Inf. Gunung Mas beserta anggota dan Perbekel Desa Pegadungan, Ketut Sudira., Kepala Dusun Batu Dinding, Ketut Soma., Babinkamtibmas, Aiptu. Cening Yasa dan warga hanya beberapa jam saling bahu membahu dan bergotong royong mengangkat dan menyingkirkan puing - puing bekas bangunan dan mengajak Nengah Santri untuk tinggal ke tempat yang lebih aman yaitu kerabat terdekat.
"Kita semua hari ini bergotong royong untuk membantu nenek Nengah Santri membersihkan puing - puing rumah yang roboh akibat hempasan angin dan sekalian diperbaiki," ungkap Danramil.
Menurut Danramil, aksi kepedulian terhadap lingkungan seperti ini memang telah menjadi komitmen bersama yang selalu ditekankan Dandim 1609/Buleleng, Letkol. Inf. Muhammad Windra Lisrianto, S.E., M.I.K kepada jajarannya agar selalu monitor perkembangan situasi di wilayah pasca mulai datangnya musim hujan yang akan berdampak terhadap lingkungan khususnya bahaya banjir dan tanah longsor.
Dalam kesempatan tersebut, nenek Nengah Santri selaku pemilik rumah mengucapkan terimakasih kepada Danramil dan jajarannya, perangkat desa setempat dan warga masyarakat yang telah membantu membersihkan seraya berharap agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun para donatur dan dermawan serta pihak manapun untuk memberikan sumbangan kepada dirinya, sehingga rumahnya dapat diperbaiki dan ditempati kembali. (Iskandar/Udiana)


