• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kemenlu Menilai Tidak Ada Perang Terbuka Iran Vs Amerika

    admin
    23/01/20, 21:05 WIB Last Updated 2020-01-23T14:05:33Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Jakarta - Memburuknya hubungan Iran dan Amerika Serikat pemicunya berawal dari pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani pada 3 Januari lalu. Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran itu dibunuh atas perintah Presiden AS Donald Trump.

    Indonesia juga terus mendorong penurunan eskalasi di kawasan Timur Tengah khususnya antara Iran dan AS,
    yang juga menjadi perhatian Kemenlu RI adalah perlindungan WNI di kawasan tersebut.

    Perwakilan Kemenlu Fredy Piay menyatakan apabila terjadi eskalasi kita tidak bisa take it for granted dan masyarakat juga sudah semakin aware dan konflik terbuka mudah sekali terjadi apalagi dengan banyak proksi. Dan ke depan fokus kita lebih kesitu.

    Fredy Piay menilai, tidak akan terjadi perang antara Iran dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan bukan pemicu perang Dunia III. 

    Dan saat ini AS khususnya Presiden Donald Trump tengah fokus persiapan Pemilu yang akan diselenggarakan akhir tahun ini. Trump kembali mencalonkan diri dari Partai Republik.

    "Kalau indikasi perang terbuka tidak ada tapi tidak berhenti sampai di situ karena banyak isu yang belum diselesaikan dan harus antisipasi kemungkinan terjadinya eskalasi, tak terlalu banyak agitasi dari pihak AS. Pemerintahan Trump juga banyak mendapat tekanan yang cukup kuat dari dalam negeri," kata Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ferdy Piay, saat dikonfirmasi dalam Dialog Terbuka di Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Kamis (23/1/2020) di Jakarta Selatan.

    Fredy menilai pemerintah Iran sangat hati-hati dalam bertindak. Apalagi saat ini kepercayaan masyarakat Iran terhadap pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berkurang, akan tetapi perlu diwaspadai tentang proksi Iran yang semakin kuat dan dikhawatirkan mereka yang akan membalas tindakan AS.* (Lukman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan