• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kata Direktur PT Babang Raya Penjualan BBM Bersubsidi di SPBU Miliknya Lancar, Nyatanya Masyarakat Masih Kesulitan Mendapatkan Premium?

    25/01/20, 18:53 WIB Last Updated 2020-01-25T11:54:03Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    "Penjualan bensin baru dimulai jam begini terjadi hampir setiap hari dengan alasan bensin habis oleh petugas SPBU," kata Sunardi Soma salah seorang warga.


    TRIBUANANEWS.COM | Maluku Utara - Pernyataan direktur PT. Babang Raya Ade Hi. Suleman yang mengatakan, bahwa BBM bersubsidi jenis premium tetap lancar penjualan di SPBU, sebagaimana diberitakan Tribuanews.com, pada Rabu 22 Januari 2020 lalu, tidak sesuai yang terjadi dilapangan.

    Sesuai hasil invetigasi awak media di lapangan pada Kamis 23 Januari 2020, bahwa sampai pada pukul 11.00 Wit belum ada penjualan BBM jenis premium di SPBU Labuha hingga dibuka sekitar pukul 11.30 Wit.

    "Penjualan bensin baru dimulai jam begini terjadi hampir setiap hari dengan alasan bensin habis oleh petugas SPBU," kata Sunardi Soma salah seorang warga.

    Lanjut Sunardi, "Kami masyarakat ingin membeli BBM yang bersubsidi ( bensin ) tapi hampir setiap pagi hari hanya dijual BBM jenis Pertalite dan pertamax dengan harga lebih tinggi / liter dari pada bensin," ungkapnya.

    Dari hasil pantauan langsung awak media Tribuananews.com dilapangan juga menemukan banyak penjualan BBM bersubsidi jenis Premium di luar SPBU dengan harga Rp.10.000./ liter. Penjualan premium di luar SPBU oleh masyarakat ini tersebar di kota Labuha dan sekitarnya.

    Salah satu tokoh masyarakat, Husen membantah keras terhadap pernyataan direktur PT. Babang Raya Ade Hi. Suleman yang merupakan satu - satunya agen penjualan BBM di Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara yang menyatakan, "lancarnya penjualan bensin setiap hari pada SPBU miliknya.

    Pria yang biasa disapa Cen ini dengan nada tegas mengatakan, "Pernyataan Ade Hi. Suleman itu bohong terhadap publik, karena akhir - akhir ini hampir setiap pagi itu tidak ada penjualan minyak bensin sampai tengah hari dengan alasan bensin habis oleh petugas SPBU. Saya sendiri juga selalu alami itu," katanya.

    Cen menambahkan, kehabisan penjulan bensin setiap pagi hari itu di duga kuat dari pihak SPBU dengan bebas menjual bensin kepada para pedagang dan depot dengan harga diatas dari harga subsidi oleh pemerintah.

    Ini terbukti, lanjut Cen, "Disepanjang jalan di kota Labuha dan sekitarnya benyak depot dan kios pedagang yang menjual bensin dengan harga Rp. 10.000, / liter. Ini karena tidak ada pengawasan dari pihak - pihak yang terkait, seperti Disperindag ( pemerintah Daerah ) DPRD dan pihak Pertamina sendiri selaku penyalur BBM.

    "Ini kan merugikan masyarakat khususnya hak pengguna BBM bersubsidi," tutur Husen alias Cen.

    Sementara itu Kadis Disperindag Kabiupaten Halmahera Selatan M. Nur Kamarullah saat dikonftrmasi mengatakan, "BBM bersubsidi jenis Premium bukan langka terjual di setiap SPBU, tapi kadang terlambat suplai dari Pertamina Sorong Papua Barat ke Pertamina Labuha Kabupaten Halmahera Selatan karena kendala kapal pengangkut BBM," jelasnya.

    M. Nur menambahkan, "Remcana pemerintah akan menghilangkan BBM bersubsidi jenis Premium dengan harga Rp. 6.450. / liter dan digantikan dengan Pertalite harga Rp. 7.850 / liter.

    Namun lanjut M. Nur, pemerintah tidak akan menghilangkan serentak tetapi dengan pelan - pelan dikurangi penjualannya di SPBU.* (Ade Manaf)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan