masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Palu - Puncak kegiatan Musyawarah wilayah dan musyawarah daerah kerukunan keluarga Toraja yang berlangsung di sekretariat tugu peringatan bencana Jalan Tanjung Harapan Kota Palu.
Dari hasil pemilihan pengurus periode 2020-2025 dengan formatur ketua di nakodai Ir. Theo Kristian Seleng MM, sekretaris Bartholomeus Tandigala, serta Samuel Riga sebagai bendahara.
Usai kegiatan pengukuhan pengurus kerukunan keluarga toraja (KKT) yang kini berganti nama perhimpunan masyarakat toraja indonesia (PMTI), di temui beberapa awak media pada (19/01/2020) ketua terpilih PMTI, Theo sapaan akrabnya menuturkan untuk langkah awal kami advokasi bersama warga untuk berkomunikasi baik dengan pemerintah, karena tujuan organisasi ini sendiri untuk mempererat talisilaturahmi.
"Paska bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi 28 september 2018 kemarin saya selaku ketua tim penerima bantuan dari pusat maupun dari Toraja Sulawesi Selatan mendirikan beberapa posko salah satunya di Kelurahan Tatura, membagikan bantuan kepada masyarakat dengan tujuan membantu pemerintah kurang lebih sebulan lamanya," ujar Theo.
Tak hanya itu, lanjutnya, bantuan dari komunitas Toraja yang kami terima yang di berikan bertahap pengirimannya mencapai 62 trek, serta pembangunan huntara sekitar 100 unit berupa barang dengan taksiran 7 miliar lebih.
Karena itu, PMTI yang merupakan induk persekutuan kerukunan masyarakat Toraja dari berbagai kampung di Toraja senantiasa muncul dan hadir untuk kepentingan bersama, masyarakat Toraja tanpa membedakan agama, kultur dan kelompok atau partai politik tertentu.
Kedepan nantinya, kata Theo, terpilihnya saya sebagai ketua PMTI Provinsi Sulawesi Tengah mendorong semua warga untuk berprestasi di segala bidang.
"Sama halnya yang bergerak dibidang usaha, kita dorong untuk bangkitkan usahamu, yang di dunia birokrasi untuk bekerja keras supaya karirnya bagus, begitupun di dunia politik seperti ketua PMTI Kota Palu Ir. Elisa Bunga Allo yang di percayakan masyarakat Kota Palu duduk di kursi DPRD Provinsi Sulawesi Tengah," ucapnya.
Dengan demikian perhimpunan masyarakat toraja Indonesia Sulawesi Tengah berkomitmen akan selalu bersinergi dengan stekholder yang ada, apa yang menjadi program pemerintah akan kami dukung.* (Agus)


