• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Sekap Ibu dan Bayi 2 Bulan, Ratusan Masyarakat Bakar Markas Preman

    admin
    11/01/20, 20:51 WIB Last Updated 2020-01-11T13:51:10Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Langkat -Ratusan masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, "mengamuk". Mereka merusak dan membakar sebuah mobil, kereta serta gubuk, yang dijadikan tempat berkumpul para anggota preman pimpinan berinisial A.

    Bahkan, tiga orang diduga anggota sang preman ini dikabarkan sempat dibantai masyarakat. Dikabarkan, masyarakat yang sudah terlanjur emosi, menghajar ketiganya hingga babak belur, Sabtu (11/1/2020) malam.

    Aksi amuk massa dan main hakim masyarakat yang berjumlah ratusan orang bukan tak beralasan. Selama ini aksi, A memang dikenal masyarakat disana sudah sangat meresahkan. Puncaknya, A dan beberapa anggotanya melakukan penyanderaan terhadap Encak (28) dan anaknya Septiana, yang baru berusia 2 bulan.

    "Alasan penyanderaan yang dilakukan A dan kroninya. Suami Encak, memiliki hutang kepada A. Tapi itu menurut kami hanya sebagai alasan saja," beberapa masyarakat

    Bahkan, diakui masyarakat jika aksi penyanderaan ini sudah kali kedua. Terakhir dilakukan A dan kroni-kroninya pada hari Jumat tanggal 10 Januari sekitar pukul 04.00 pagi. "Ini harus kami lakukan, agar menjadi perhatian penegak hukum dan peristiwa atau aksi premanisme serupa tidak terulang lagi," kata masyarakat

    Karena, hal ini tentu saja sudah tidak dapat ditolelir lagi oleh masyarakat. Belum lagi aksi pemerasan dan kejahatan lain yang dilakukan A dan kroni-kroninya.

    "Ini merupakan tindakan tegas kami untuk menyelamatkan dan menjawab segala kekesalan. Bayangkan saja, tega dia (A) menyandera bayi berusia 2 bulan itu. Dimanalah hati nuraninya," sebut warga dengan kesal.

    Hingga akhirnya masyarakat berkumpul. Mereka menyatukan kekuatan, sekitar 700 orang massa melakukan penyerangan markas A. Sayang, massa yang sudah beringas tidak menemukan A. Karena A, sudah keburu kabur. Namun, mereka mendapati 3 orang yang diduga merupakan kaki tangan A.

    Merekapun melapiaskan amarah mereka. Ketiga orang itu habis menjadi bulan-bulanan massa yang dibakar emosi. Tidak sampai disitu, gubuk yang selama ini menjadi markas A dan kroninya dibakar. Demikian juga dengan mobil jenis Taft Rocky dan kereta milik A.

    "Jadi ini merupakan murni gerakan menjawab kekesalan dan keresahan masyarakat selama ini. Sebab, tindakan A dan kroninya sudah sangat diluar batas kesabaran kami (masyarakat). Sementara, selama ini kami hanya menunggu dan terus menunggu tindakan tegas aparat yang tak kunjung datang," jelasnya.

    Hingga Sabtu (11/2/2020) sekitar pukul 22.45 WIB. Masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, berkumpul dan berjaga-jaga. Demikian juga dengan aparat kepolisian dan TNI disana. Tepat di simpang Desa Tanjung Lenggang dan Pante Sampah, sekitar 700 orang masyarakat masih berjaga.

    Selain mencari keberadaan A, masyarakat yang berkumpul dan berjaga untuk antisipasi terjadi serangan balasan. Sebab, mereka khawatir A dan kelompoknya akan melakukan tindakan balasan. "Pokoknya kami menolak keras aksi premanisme dikampung ini," tegas masyarakat.

    Terpisah Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fahtir Mustafa mengakui, kondisi sudah aman dan kondusif. Bahkan dirinya sempat bertanya ada info apa di Desa Tanjung Lenggang. "Situasi Aman, ada info apa ?," kata dia melalui pesan WhatsApp.

    Ketika dijelaskan adanya kerumunan massa masyarakat. Karena kesal atas tindakan A, melakukan penculikan terhadap seorang wanita dan anaknya berusia 2 bulan. AKP Teuku Fathir menjawab, jika anak dan ibunya baik-baik saja. "Gk ada, anak dan Ibunya baik-baik saja. Sore Tadi mereka di Polsek. Diambil keterangan. Kondusif," tegasnya kembali. ( FITRIYANTO)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan