• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Ayan Air Kambuh, Seorang Wanita Kejebak Banjir Hingga Meninggal Dunia

    admin
    29/01/20, 17:01 WIB Last Updated 2020-01-29T10:01:09Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Padangsidimpuan -  Hujan deras disertai petir yang melanda kota Padangsidimpuan-Sumatera Utara,  dari pukul 14.30 hingga pukul 15.30 kemarin,  Selasa (28/01), menyebabkan beberapa sungai yang melintas dii pusat kota Padangsidimpuan meluap dan membanjiri kawasan pemukiman warga. 

    Selain menyebabkan pemukiman warga terendam, luapan air juga diduga menyebabkan kambuhnya penyakit Ayan Air yang diterita oleh Emmi Rosmalina Siregar (34) . Korban EMS, diinformasikan tercebur pada luapan air parit yang tak jauh dari rumahnya di lingkungan 2, kelurahan Palopat Maria , kec.  Hutaimbaru.  Korban EMS tak mampu melawan derasnya arus air menyebabkan korban terseret dan akhirnya meninggal dunia. 

    Kepala BPBD kota Padangsidimpuan Ir.Ali Ibrahim Dalimunthe kepada TribuanaNews, Rabu (29/01) menyebutkan, meninggalnya EMS bukan disebabkan oleh banjir,  melainkan sakit Ayan yang diderita korban yang kambuh di saat melihat luapan air parit di dekat rumahnya, sehingga korban mendekat ke air dan tergelincir hingga terseret derasnya aliran air. 

    Sementara titik sungai yang meluap akibat hujan yang melanda kota Padangsidimpuan diantaranya Aek Sanggar sanggar, Aek Losung, Aek Congkeh, Aek Sanggumpal Bonang dan Aek Suro.

    Tercatat,  sebanyak 11 rumah terendam banjir di jl. Sibaganding Harahap ( SD Inpres dekat Post Damkar) , kelurahan Sadabuan,  kec. Padangsidimpuan Utara. Seluruh kawasan terendam air dengan ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter. luas area yg terendam kurang lebih 1700 meter persegi. kerusakan terbanyak adalah peralatan elektronik, peralatan dapur dan perlengkapan tidur.
    Pagar tembok SD INPRES SADABUAN juga jebol dan runtuh sepanjang kurang lebih 15 meter akibat luapan air, mobiler sekolah juga sebagian rusak karena terendam, kerugian ditaksir mencapai Rp. 50 juta.  Seterusnya,  kata Ibrahim, banjir di jl.Kapten Koima ( jl.topi ,depan kantor Koni ) Kel.Kampung Bukit ,Kec. Padangsidimpuan Utara, menyebabkan 6 rumah terendam, (2 diantaranya hampir hanyut) luas area terendam kurang lebih 300 meter persegi dengan tingkat kerugian alat-alat rumah tangga mencapai Rp. 10 juta. 

    Di jl.Sermalian Kosong (belakang Polres Kota Padangsidimpuan) kelurahan Wek II Kec.Padangsidimpuan Utara, rumah yang terendam luapan air Sanggumpal Bonang tercatat sebanyak 20 rumah tangga dengan perkiraan jumlah jiwa sebanyak 100 jiwa. Seluruh kawasan terendam air dengan ketinggian air maksimal 1 meter. Luas area yang terendam kurang lebih 2.000 meter persegi. Kerusakan terbanyak adalah peralatan elektronik. peralatan dapur dan perlengkapan tidur yang juga basah terendam. Bahkan kantor polisi kota Padangsidimpuan juga terendam air dengan ketinggian 1 meter, jumlah kerugian materil diperkirakan mencapai Rp. 100 juta lebih.

    Untuk kelurahan Losung lingkungan IV, kec. Padangsidimpuan Selatan, gang Saudara yang dilintasi sungai Aek Suro, rumah yang terendam sebanyak 8 unit dengan ketinggian air mencapai 50 cm, dengan luas area sekira 2 300 meter persegi, kerugian ditaksir tidak lebih dari Rp. 10jt. Demikian dengan lingkungan IV, gang keluarga, ketinggian air mencapai 50cm, merendam 7 unit rumah, dengan luas area sekira 500 meter persegi, kerugian ditaksir tidak lebih dari Rp.  5 jt.
    Melihat kondisi cuaca di hari ini masih cenderung mendung dan berkabut hitam,  Kepala BPBD mengingatkan agar warga masyarakat terkhusus yang domisilinya di dekat bantaran-bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaannya.  * ( Ali Imran)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan