• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    APMS Jikokahe Diduga Menjual BBM Bersubsidi ke Industri?, Pertamina Jangan Tutup Mata !

    12/01/20, 05:58 WIB Last Updated 2020-01-11T22:58:45Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Halmahera Selatan - Cn BPHMIGAS, General Manager (Gm) Regional 1X Papua Maluku dan Maluku Utara, Sekertaris Manager Pertamina Ambon dan Sekertaris Pertamina Ternate dan Operation Heat (OH) Tampung Bahan Bakar Minyak (TBBM) Depot Pertamina Babang, di minta perketat pengawasan APMS Jikokahe, di Desa Sambiki Kecamatan Obi Kab. halmahera Selatan.

    APMS sebagai agen semestinya melayani Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat, nelayan, kendaraan Roda Dua dan Roda Empat, bukan untuk para pelaku ilegal yang minyak di ambil dari APMS dan di jual ke perusahan dengan harga minyak industri, sehingga kuota yang di berikan oleh GM Jayapura lewat TBBM Depot Pertamina Babang sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat tidak mencukupi.

    Berdasarkan informasi dari masyarakat kepada awak media Tribuananews.com di APMS Jikokahe  banyak para pelaku ilegal yang mengambil minyak solar dan premium yang kemudian di suplay ke perusahan dan ke tambang Anggai.

    Seorang motoris yang membeli minyak di APMS Jikokahe saat di tanyakan mengaku minyak ini di suruh bawa ke perusahan kayu di Tawa Kecamatan Obi Timur sebanyak sekitar lima ton BBM jenis premium dan solar.

    Menurut salah satu motoris yang enggan di sebut namanya di samping itu APBM Obi banyak mendapat kritikan dari masyarakat nelayan dan para pemilik kendaraan Roda Dua dan Roda Empat di sebapkan APMS tersebut tidak berketat para pelaku usaha ilegal yang  tidak memiliki ijin.

    Bahkan, APMS Jikokahe juga menyewa jasa kuril untuk suplai ke depot depot kecil dengan harga tinggi tidak sesuai harga pertamina sehingga minyak jenis premium di Kecamatan Obi di jual ke masyarakat dengan harga Rp.12000 sampai dengan Rp.13000 perliter.

    "Torang beli minyak mahal dengan harga Rp.12000 dan Rp.13000 padahal di Obi ada APMS Jikokahe Desa Sambiki dan APMS Jikotamo yang baku dekat tapi tetap saja torang masih beli di depot depot dengan harga mahal," kata salah satu nelayan yang enggan disebut namanya.

    Dalam persoalan ini, masyarakat meminta kepada BPHMIGAS, General Manager (GM) Regional 1X Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sekertariat Manager (SM) Pertamina Ternate dan Opration Heat (OH) Tampung Bahan Bakar Minyak (TBBM) Depot Pertamina Babang Bacan agar turut mengawasi APMS Jikokahe Desa Sambiki agar masyarakat di Kecamatan Oby mendapat kelayakan BBM jenis premium dan solar satu harga seperti yang di nawacitakan Presiden RI.* (Rusdi Malan)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan