masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM I Padangsidimpuan - Menyusul dugaan ketidakadilan atas pelaksanaan seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), para peserta minta agar panitia melakukan seleksi ulang. Karena peserta nilai rendah bisa lulus, sedangkan nilai tertinggi banyak yang tidak lulus.
Lolosnya peserta dengan nilai rendah ditengarai karena panitia melangkahi 1 (satu) tahapan penjaringan, yakni tahapan 6 besar per kecamatan. Seyogyanya peserta yang memiliki nilai rendah pada tahapan test tertulis tidak masuk ke tahapan 6 besar. Sehingga orang-orang yang akan mengikuti ujian selanjutnya yakni orang-orang yang qualifite , bukan kaleng-kaleng.
Hairul Pasaribu , salah seorang peserta yang kalah seleksi kepada TribuanaNews , Sabtu (21/12) menjelaskan dari 42 peserta yang lolos seleksi menjadi anggota Panwscam , masih ada diantaranya yang nilainya lebih rendah ketimbang yang tidak lolos.
Dicontohkannya, di Kec. Batangtoru dari 15 peserta yang ikut seleksi tertulis , saya masuk rangking 2 dengan nilai skor 55, namun ada yang nilainya 18 masuk dalam daftar pemenang, sementara saya dikalahkan. Ada 2 (dua) orang peserta yang nilainya di bawah saya, yakni adik kandung oknum Ketua KPU Tapsel Panataran Simanjuntak bernama Patahuddin Simanjuntak . Kemudian Makmur Amrisah mantan Ketua Panwascam Batangtoru dengan nilai 50.
Nilai skor 55 dari 100 soal saya kerjakan , diketahui saat finishing , seketika itu juga computer langsung memberikan nilai. Sementara nilai dari adik ketua KPU Tapsel disebutkan oleh teman-teman yang kaget melihat bahwa si Patahuddin Simanjuntak bisa menang karena nilainya cuma 18.
Dari data nilai hasil seleksi tertulis 3 kecamatan tampak ada ketimpangan atas peserta yang lolos seleksi. Seperti di kecamatan Angkola Barat, Ramlan Siregar (51) , Riski Abadi Rambe (45) dan Sarbeni (50). Rangking atas pada data computer calculations only reflect present students menunjukkan nama Abdul Rachim Hasibuan sebagai ranking teratas dengan nilai skor 54, namun Abdul Rachim Hasibuan dikalahkan.
Selain Ramlan Siregar yang lolos seleksi , masih ada yang memiliki nilai skor 51 lainnya seperti Akhmad Mangara dan Gusnadi Ritonga , namun keduanya kalah. Demikian dengan Riski Abadi Rambe yang hanya memiliki nilai skor 45 bisa menang ketimbang yang lainnya.
Untuk kecamatan Angkola Selatan terdapat 3 nama yang lolos diantaranya Alfi Zarkasyi Husen Harahap (50), Herman (54) dan Lukman Hakim Tanjung (48). Namun menurut rangking yang tercatat pada computer calculations only reflect present students , yang memiliki nilai tertinggi adalah Muhammad dengan nilai skor 61. Meski rangking teratas, Muhammad juga tidak lolos dalam penerimaan anggota Panwascam kec. Angkola Selatan.
Rangking teratas di kec.Angkola Timur memiliki nilai skor 58 atas nama Melwin Lubis juga tidak lolos sebagai anggota Panwascam Angkola Timur. Sementara Awaluddin skor 44, Ibrahim Siregar skor 43 dan Samin Dongoran skor 40 bisa lolos.
Menurut Hairul, seharusnya pasca ujian tertulis, panitia melakukan tahapan penjaringan 6 besar per kecamatan , sehingga yang nilainya rendah tidak bisa ikut test berikutnya yakni test wawancara. Namun pihak panitia Bawaslu Tapsel tidak mengumumkan peserta 6 besar langsung melangkahi 1 (satu) tahapan dan langsung ke tahapan wawancara.
Ditambahkannya, seleksi tertulis menunjukkan kemampuan peserta dalam menguasai tupoksinya sebagai calon anggota Panwas. Sedangkan wawancara melihat kecapakan seseorang atas pengalaman pengawasan yang dilakukannya dalam menghadapi persoalan pemilu.
Dia meminta pihak panitia seleksi Panwascam se-Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan test ulang dengan selektif, tranfaran dan akuntable. Jika ini tidak disahuti, maka saya dan kawan-kawan akan melakukan aksi demostrasi penolakan pengumuman hasil seleksi yang dikeluarkan Bawaslu Tapsel.
* (Ali Imran).


