masukkan iklan disini
keterangan foto : kantor BPN kota Padangsidimpuan tampak sepi, para pejabat dan kepala seksi sibuk menjamu Kakwanwil Sumut ke daerah tetangga sehingga pelayanan kepada masyarakat minim. // foto Ali Imran
TRIBUANANEWS.COM I Padangsidimpuan – Kedatangan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Sumut Bambang Priyono ke kabupaten Tapanuli Selatan dalam acara penyerahan sertifikat tanah gratis , membuat sibuk petinggi dan staf kantor BPN kota Padangsidimpuan sehingga lupa akan tugas pelayanannya kepada masyarakat.
Acara ceremony penyerahan sertifikat tanah gratis untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan telah dilakukan pada Kamis (19/12) kemarin tepatnya di kantor BPN kota Padangsidimpuan di komplek perkantoran Pijorkoling. Tampak wajar , jika saat itu seluruh staf hingga petinggi sibuk melayani warga penerima sertifikat yang dikemas dalam ceremony penyerahan secara simbolis.
Namun, jika acara jamuan Kakanwil berlanjut keesokan harinya di daerah lain yakni pada kantor BPN kabupaten Tapanuli Selatan, cukuplah kepala kantor BPN kota Padangsidimpuan yang ikut, dengan tidak menyertakan kepala-kepala seksi karena mereka merupakan tenaga tehnis yang langsung berurusan dengan pelayanan di kantor BPN kota Padangsidimpuan ini.
Syafriani salah seorang wartawan yang hendak konfirmasi seputar dugaan pengeluaran sertifikat “bodong” oleh BPN kota Padangsidimpuan kepada TribuanaNews.com menuturkan rasa kecewa atas prilaku pegawai-pegawai yang berkompeten di kantor tersebut.
“mulai dari kepala kantor hingga seksi-seksi tidak ada di kantor itu, menurut pengakuan Satpam semuanya pada keluar menjamu kedatangan Kakanwil BPN Sumut yang berkunjung ke kantor BPN Tapsel, yang ada hanya staf honor, Satpam dan beberapa pegawai rendahan, sehingga pelayanan bahkan tertunda”, jelas Syafriani.
Menurut, Syafriani, prilaku ini sepertinya turunan bawaan dari masa penjajahan Belanda, saat itu jika seorang raja turun ke daerah semua pada sibuk meski harus lupa tanggung jawab kepada rakyat. Semua pada sibuk menyiapkan pelayanan fantastis yang bahkan menghamburkan anggaran.
Kalaulah, kedatangan Kakanwil itu di kantor ini dan ada ceremonialnya memang wajarlah seluruh staf dan pejabat di kantor ini sibuk bekerja, karena itu juga untuk melayani masyarakat. Namun jika acaranya sudah berpindah tempat ke daerah tetangga, sepertinya yang turut hadir cukuplah kepala kantornya saja , tak usah pala dihadirkan kasi-kasi nya , karena mereka itu sangat dibutuhkan masyarakat, pinta Syafriani.
Pantauan TribuanaNews, tampak salah seorang tamu di kantor tersebut terpaksa harus pulang juga, karena orang yang hendak dijumpai tidak berada di tempat. Selanjutnya, Pada jam kerja, 3 orang staf recepsionis keluar hendak mencari sarapan .
Harapan Syafriani, Kakanwil Bambang Priyono hendaknya mengikis sifat turunan dari kerajaan Belanda tersebut, jangan mau gila diladeni karena pejabat adalah pelayan bukan malah dilayani. * (Ali Imran)


