masukkan iklan disini
Keberadaan kantor Kepala Desa bukan hanya sebagai simbol keberadaan sebuah lembaga pemerintah, melainkan sebagai pusat sentral pelayanan masyarakat dalam memperoleh informasi pembangunan desa.
TRIBUANANEWS.COM | Purwakarta - Pelayanan terhadap masyarakat sangatlah diperlukan dan dibutuhkan tidak terkecuali di Desa Tegalsari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta.
Saat Tribuannanews.com datang ke kantor desa ini untuk konfirmasi terkait Dana Banprov dan Dana Desa, kondisi kantor desa sangat menyedihkan, sebab, tidak ada satupun pegawai desa apa lagi unsur pimpinan dalam kantor.
Kurangya pelayanan terhadap masyarakat yang di akibatkankan ketidakdisiplinan pegawai Desa Tegalsari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta membuat masyarakat mengeluh tentang pelayanan di Desa Tegalsari.
Kurangnya kedisiplinan pegawai desa dalam pelayanan terhadap masyarakat di desa tersebut dikarenakan hanya setengah hari mereka ada di desa atau bekerja di desa.
Setelah kami meminta keterangan dan menjumpai salah satu warga yang engan meyebutkan namanya mengungkapkan bahwa pegawai desa di sini kadang jam satu sudah pulang "kandang" juga jam setengah dua.
“Mereka semaunya saja, kapan mereka maunya pulang, makanya jam (13:20 Wib) sekarang di desa sudah pada sepi gak ada siapa siapa,” ujarnya saat diminta keterangan Tribuananews.com, Kamis (06/12/2019).
Tribuananews.com juga mengorek keterangan dari warga sekitar lainnya, terungkap bahwa Kepala Desa yang sekarang berinisial IP diduga kurang keterbukaan alias tidak transparan terhadap masyarakat, terlebih lagi saat Dana Desa (DD) cair dari pemerintah, tidak ada informasi apapun atau baliho terpasang di kantor Desa Tegalsari.
Keberadaan kantor Kepala Desa bukan hanya sebagai simbol keberadaan sebuah lembaga pemerintah, melainkan sebagai pusat sentral pelayanan masyarakat dalam memperoleh informasi pembangunan desa.
Dan hingga berita ini diturunkan Kepala Desa tersebut belum bisa di konfirmasi.* (Ronal)

