• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Keluarga Pasien Kecewa, Pelayanan RSUD Pelabuhan Ratu Buruk?

    10/12/19, 02:58 WIB Last Updated 2019-12-09T19:58:33Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Sukabumi - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi dinilai masyarakat sangat buruk. Selain kurang responsif terhadap pasien, sarana dan prasarana yang dimiliki rumah sakit ini juga belum memadai. Hal itu dibuktikan dengan membludaknya pasien di ruang instalasi Cumi Kelas 2 yang terkesan pelayanan kurang sigap terhadap pasien.

    “Saya kecewa dengan pelayanan rumah sakit Pelabuhan Ratu. Cucu saya sakit kejang-kejang tetapi tidak langsung ditanggapi, tetapi malah dibiarkan, Malah asik main HP perawat tersebut,” kata Ellah  saat mendampingi Cucunya di Ruangan RSUD, dilansir dari Rabu (4/12/2019).

    Menurut dia, perawatan Cumi kelas dua harus dirubah totalnya dalam perawatan pasien gawat darurat, seperti pasien kejang-kejang atau lainnya. Jangan sampai selalu memerlukan obat-obatan yang terlebih dahulu harus ditebus ke apotek baru dibuka sarana pemberian obat pun seperti ada permainan saling lempar balik pembicaraan

    “Pada saat penebusan obat itu membutuhkan waktu lama. Seharusnya UGD sudah menyiapkan obat-obat darurat, karena UGD merupakan ruang penyelamatan pertama. Jika masalah pembayaran bisa diselesaikan setelah pasien mendapatkan pertolongan,” kata dia dengan nada Marah.

    Keluhan serupa diutarakan warga Desa Buniwangi Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,  Engkus. Menurut dia, membawa yang sakit panas, namun tidak bisa disimpan di UGD karena ruangnya sudah penuh sesak.

    Lalu dari pihak korban membuat pengaduan ke Humas RSUD Pelabuhan Ratu kepada Bily selaku Humas.

    Bily mengatakan, kami dari pihak Humas Rumah Sakit menerima aduan dari pihak korban, dan meminta maaf jika pelayanan dari rumah sakit kurang memuaskan dikarenakan jumlah pasien banyak, bukan cuma satu saja.

    "Untuk rekam medis korban akan kami berikan dalam 2×24 jam, di karenakan rahasia hanya pihak korbanlah yang dapat data rekam medisnya mulai dari awal masuk rumah sakit sampai keluar rumah sakit," jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan rumah sakit ini saat dijumpai sedang tidak berada di tempat.

    ”Kalau Pak Direktur RSUD Pelabuhanratu memang ada. Tapi dia tidak bisa diganggu. Jadi mohon maaf saja,” kata Kasubag Umum RSUD Pelabuhan Ratu.* (Suhendra)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan