masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Belitung Timur . Keindahan taman yang ada di Kota Manggar terus saja dilakukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Kerugian materi akibat aksi yang dilakukan berulang-ulang itu ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Beltim Lukman mengungkapkan aksi vandalisme kerap terjadi di taman kuda Manggar. Lampu hiasan dan penerangan yang ada sering dirusak bahkan dicuri.
Lampu kelap-kelip warna-warni yang di bawah patung kuda itu sering putus, bahkan beberapa kali sempat hilang. Lampu penerangan untuk taman juga sengaja dirusak,” ungkap Lukman ketika wawancara di ruang kerjanya .
Pasilitas umum , toilet yang ada di taman kuda juga dirusak serta dicorat-coret. Beberapa pot kembang baik yang ada di taman maupun marka jalan pun ikut dihancurkan.
"Sudah berulang kali terjadi hal begini. Kadang kami begitu ada laporan langsung diperbaiki, dak lama setelah itu kembali dirusak lagi. Dak terhitung berapa kalinya, terutama setiap malam minggu,” kata Lukman.
Kepala Dinas PUPR Beltim Ferry Irawan, Lukman menduga *aksi sengaja agar taman kota menjadi gelap*.
“Pasilitas penerangan taman sengaja dirusak biar mereka lebih mudah beraktifitas. Laporan dari masyarakat di sekitar situ menyebutkan di taman dekat patung kuda banyak yang ngaibon sama komik pas larut malam ,” ujarnya .
Di masalah ini kerugian materi mencapai belasan juta rupiah. Namun ia menyatakan kerugian waktu yang lebih besar, mengingat banyak waktu terbuang lantaran harus berulang kali memperbaiki.
“ Perencaan sudah ada tahun depan kita perbaiki, termasuk toilet kita benerin. Kita juga akan memasang CCTV baru, soalnya CCTV yang lama juga sudah rusak atau ada yang merusak,” kata Lukman.
Beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat sama-sama menjaga keindahan taman baik yang di Kota Manggar ataupun kecamatan lainnya. Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga diminta untuk rutin berpatroli.
“ Seharusnya kita semua saling menjaga demi dan untuk kepentingan bersama sama . Susah juga kalau kita berusaha mempercantik kota tapi ada oknum yang sengaja merusak itu,” ungkapan kesalnya
(Pitoy Suhartono ).


