• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ada Saja Akal Untuk Mengeruk Keuntungan, Proyek Peningkatan Jalan Hj. Ellya Rosa di Kelurahan Negeri Lama Diduga Mengurangi Takaran Material?

    27/12/19, 16:23 WIB Last Updated 2019-12-27T09:23:22Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Labuhan Batu - Proyek peningkatan Jalan Hj. Ellya Rosa (proyek rabat beton) di Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu yang di kerjakan CV Putra Gamak dengan sumber anggaran APBD Kabupaten Labuhan Batu tahun 2019 sebesar Rp.1.058.511.800 diduga asal jadi.

    "Anggarannya begitu besar, tetapi proses cara kerjanya mengecewakan. Dalam hitungan bulan aku prediksi jalan ini sudah rusak," kata Dedek (35) warga setempat kepada Tribuananews.com, Selasa  (24/12) di lokasi pengerjaan proyek tersebut.

    Menurut Dedek, kondisi kualitas jalan itu tidak efektif dikarenakan mutu campuran material tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam bestek.


    Dijelaskannya, pada saat proses pengecoran, pekerja mencampur material berupa setengah sak semen isi 40 kilogram, dicampur dengan 16 sekop pasir dan 22 sekop kerikil.

    "Itu pengakuan kepala tukangnya kepada kita. Padahal, seharusnya campuran material itu 1 sak semen 2 angkong pasir dan 3 angkong krikil. Kalaulah proses kerjanya seperti yang dikatakan kepala tukang bagaimana mutu mau bagus," ujar Dedek dengan nada kesal.

    Di tempat yang sama, Lufman (46) mengaku sebagai warga setempat, merasa kecewa melihat proses pengerjaan proyek yang terkesan asal jadi asal siap alias asal - asalan.

    "Pada proses pengerjaan proyek di hari pertama, ketika pemborong membuat kubus dan di lab oleh tim pengawas dari Dinas PUPR, campuran materialnya 1 sak semen 40 kg, 14 sekop pasir dan 20 sekop kerikil. Tetapi, pengerjaan esok hari dan selanjutnya tidak lagi seperti itu campuran materialnya. Gimana mau tahan lama jalan ini," sebut Lufman.

    Terpisah, hal senada juga dilontarkan tokoh masyarakat kelurahan Negeri Lama Khalifah Mahyudin kepada wartawan tentang kualitas proyek yang menelan anggaran sampai 1 milliaran rupiah.

    "Coba mas lihat ketebalannya, besi wire meshnya bagian atas nampak nimbul jelas. Jelas sekali sangat tipis pengecorannya. Dilintasi mobil bawa muatan 3 atau 4 ton sudah hancur ini jalan," ungkap Mahyudin.

    Pantauan wartawan Tribuananews di lapangan, pelanggaran yang dilakukan oleh pemborong salah satunya material pasir yang digunakan. Selayaknya yang digunakan mutlak pasir kasar, tetapi pemborong sebagian menggunakan pasir halus.* (Abdi Tuah)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan