• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pedagang K5 Pasar Induk Jodoh Batam Kembali Berunjuk Rasa Ke Kantor Walikota

    admin
    22/11/19, 06:41 WIB Last Updated 2019-11-21T23:41:50Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Batam –  Menindaklanjuti tuntutan para pedagang kakilima Pasar Induk Jodoh Kota Batam pada waktu unjuk rasa yang lalu, hari ini Kamis 21 November 2019 para pedagang kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Batam.

    Para pedagang kakilima tidak puas dengan hasil RDP (Rapat Dengar Pendapat) beberapa waktu lalu antara DPRD Kota Batam, Pemko Batam, serta para utusan pedagang kakilima Pasar Induk Jodoh, bahkan sangat kecewa terhadap kebijakan Walikota Batam yang menggususur para pedagagang kakilima dengan tidak mempertimbangkan nasib para pedagang dengan dalih pembangunan pasar modern tanpa sosialisasi terlebih dahulu dengan pedagang kakilima yang berada dipasar tersebut.


    Pada aksi unjuk rasa ini para pedagang menuntut dengan manifesto: agar Pemko Batam memberikan keadilan kepada para pedagang kakilima yang berada di Pasar Induk Jodoh, mengembalikan lahan 5 Ha yang diperuntukkan untuk para pedagang kikilima jodoh, memberikan tempat berdagang sementara sambil menunggu pasar induk modern selesai dibangun.

    Para demonstran bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Batam meminta Walikota Batam untuk menemui para pendemo.

    Setelah beberapa saat ditunggu dan dijemput oleh utusan pendemo hadir Wakil Walikota Batam Amshakar Ahmad.

    Namun, dia tidak dapat memutuskan dan dengan mengatakan otaknya blank mendenarkan tuntutan dan keterangan dari pendemo serta merta langsung meninggalkan para pedagang yang berunjuk rasa saat itu.

    Dalam aksi unjuk rasa ini hadir Aakapolsek Batam kota AKP HT. Sirait besertaa kesatuan Polisi lainya dalam mengawal demo tersebut.

    Demo sempat memanas dan terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas Satpol PP yang sejak awal sudah berjaga dipintu Kantor Walikota Batam. Para pengunjuk rasa ingin merangsek masuk kedalam Kantor Walikota untuk menemui Walikota Batam H. Muhammad Rudi SE.

    Para pedagang sangat kecewa terhadap jawaban Wawako Batam Amshakar Ahmad yang dengan gampang menjawab tuntutan para pedagang kakilima dengan otak blank.

    Kemudian para pedagang kakilima Pasar Induk Jodoh melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Kota Batam untuk mendapatkan solusi namun pedagang tetap juga kecewa karena tidak ada jawaban dari Anggota Dewan selaku Komisi I Muhammad Zulfahri dan Ramadhani yang menemui para pedagang.

    Pedagang akhirnya memohon supaya bisa berdagang kembali dilahan yang kosong dengan meminta pendampingan dari Anggota Dewan untuk membongkar pagar lahan kosong disebelah Pasar Induk Jodoh namun tidak mendapatkan kepastian.

    Dengan kecewa para pedagang pulang dengan melanjutkan pembongkaran pagar lahan yang dipagar oleh Pemko Batam disebelah Pasar Induk Jodoh.

    Pada saat pembongkaran pagar lahan kosong, Kapolsek Lubuk Baja Batam, Kompol Yunita menghimbau para pedagang untuk menjaga keamanan ketertiban umum kodusifitas Kota Batam agar tetap aman dan jangan melakukan hal-hal melanggar hukum.* [marlon]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan