• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Loilatu Bantah Terkait Oknum Klaim Dirinya Ketua DPD IMM Kota Ambon.

    15/06/21, 20:46 WIB Last Updated 2021-06-15T14:09:31Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Pernyataan Sikap Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kota Ambon IMMawan Hamja Loilatu bantah atas pernyataan oknum yang klaim dirinya Ketua DPD IMM Kota Ambon.


    Penolakan tersebut dikatakannya dalam Konferensi Pers bersama sekelompok orang yang juga menamakan dirinya Kelompok Cipayung, pada hari Minggu 13 Juni 2021.


    IMMawan Hamja loilatu, yang melirik Konferensi Pers yang mengatas namakan Organisasi Keprmudaan (OKP) Cipayung plus yang didalamnya terdapat oknum yang mengatas namakan pimpinan IMM Cabang Ambon.


    Dia menilai, bahwa ini adalah langkah pertaruhan citra Organisasi dan dia selaku Ketua Umum IMM Cabang Ambon tentunya mengecam keras atas tindakan yang meresahkan para pedagang di Pasar Mardika.


    "Sejatinya OKP adalah mitra kritis Pemerintah, bukan sesepuh Pemerintahan atau anak dari Pemerintah itu sendiri," tegas Loilatu, Selasa (15/6).


    Menurutnya, aksi dukungan OKP lewat konferensi pers pada hari Minggu 13 Juni 2021, terkait dengan Pemerintah Kota Ambon, soal pengosongan Pasar Mardika baik dalam gedung maupun di luar gedung rangka pembongkaran Pasar Mardika itu dan hal tersebut direspon para pedagang.


    "Mereka mengiyakan pengosongan dan pembongkaran pasar tersebut, tetapi sejatinya mereka harus betul-betul mengetahui apa yang menjadi keresahan pedagang kaki lima," ucapnya.


    Harus di ketahui bahwa, keresahan para pedagang baik didalam gedung maupun diluar gedung Pasar Mardika, keresahan mereka hanya satu yaitu menolak dengan keras pemindahan mereka ke pasar Transit di Passo, bukan   menolak atau tindakan melawan Pemerintah Kota Ambon terkait dengan revitalisasi Pasar Mardika.


    "Apa lagi sampai berbuat sesuatu yang merugikan orang lain, sebagai mana yang di sampaikan dalam konferensi pers oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Cipayung plus, dimana didalamnya terdapat salah seorang yang menamakan dirinya Ketua/ Pimpinan IMM Kota Ambon," ungkapnya.


    Loilatu menjelaskan bahwa menindak lanjuti aksi yang di lakukan PC IMM Kota Ambon bersama para pedagang kaki lima  bertepatan  pada hari Senin, tanggal 7 Juni 2021 yang lalu, dengan membawa satu tuntutan penegasaan yakni.menolak keras pemindahan para pedagang Pasar Mardika ke Pasar Transit di Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon.


    "Melalui aksi tersebut, kami dari IMM Kota Ambon bersama para pedagang Pasar Mardika diterima langsung oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy bersama para pedagang Pasar Mardika dan beberapa SKPD lingkup pemerintahan Kota Ambon," terangnya.


    Jawaban dari hasil pertemuan tersebut, lanjutnya  Walikota ambon akan mempertimbangkan tuntutan penegasan yang di bawakan oleh Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( PC IMM) Kota Ambon bersama saudara-saudara pedagang Pasar Mardika.


    Walikota Ambon menyatakan, sambung Loilatu bahwa dirinya dengan senang hati menerima adik-adik dari IMM Kota Ambon dan Saudara - saudara saya para pedagang pasar mardika, bahwa dirinya akan melakukan koordinasi dan mempertimbangkan secara arif dan bijaksana atas tuntutan yang ada, begitu kata Walikota Ambon Richard Louhenapessy


    "Tuntutan yang ada ini akan dikordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dalam waktu dekat untuk  meminjam lahan taman Victoria, untuk sementara Pemindahan para pedagang ke lokasi tersebut, itu kata Walikota Ambon", jelas Loilatu.


    Akan tetapi, katanya sejauh ini tidak ada langkah progres soal pernyataan Walikota itu sendiri, entah kenapa, inilah duduk persoalan.


    Disinggung, apakah Kepemimpinan dan pengurus IMM hari ini di kota Ambon ada dualisme kepemimpinan, Loilatu menjawab pertanyaan awak media bahwa, "Alhamdulillah, tidak ada, sekali lagi saya katakan tidak ada dualisme kepemimpinan, karena kami sebagai Kader sangat taat pada AD/ART," jawab Loilatu.*


    Laporan   : Ajid Tumanggola

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan