TRIBUANANEWS.COM | Halmahera Selatan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bersama dengan Instansi dan Lembaga terkait dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Rakor yang di gelar KPU Halsel ini bertujuan untuk memudahkan tugas KPU dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menuju Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang tahapannya dimulai bulan Maret 2022 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan rapat Rusna Ahmad (anggota KPU), saat membuka rapat yang berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Halsel, Senin (7/6).
Turut hadir dalam rapat kordinasi tersebut Bawaslu Kabupaten Halsel, Partai Politik peserta Pemilu, Dikcapil Halsel, pihak Polres Halsel dan Kodim 1509/Labuha.
Rusna Ahmad selaku Pimpinan rapat, saat dikonfirmasi media Tribuananews.com usai rapat menjelaskan, pemutakhiran data terakhir sampai bulan Mei 2021 yang dilakukan KPU, sesuai data yang kami terima dari Dikcapil Halsel adalah sebagai berikut:
"Data sebelumnya 154.488 pemilih, pemilih baru hingga bulan Mei 2021 sebanyak 241 pemilih (rekaman baru KTP), pindah domisili (keluar daerah) 130 pemilih dan total akhir bulan Mei berjumlah 154.599 jiwa pemilih," jelas Rusna.
Rusna juga menambahkan, kami informasikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Halmaheta Selatan, agar dapat melaporkan langsung kepada KPU Halsel, bila ada jiwa hak pilih yang meninggal dunia dengan melalui formulir yang disiapkan oleh KPU.
"Hal ini dimaksudkan, agar peran masyarakat dalam ikut serta membantu KPU untuk memutakhirkan data pemilih berkelanjutan menuju Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang", ujar Rusna.
Sementara itu, sejumlah Partai Politik peserta pemilu memberikan penegasan kepada Pemda Halsel melalui Dikcapil, agar segera turun dan melakukan perekaman KTP pada Daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh masyarakat ke Kabupaten karena terkendala dengan biaya transportasi.
Menurut perwakilan dari PAN Kabupaten Halsel Valista menyampaikan, "Sesuai data yang mereka miliki, jiwa hak pilih masyarakat Halsel mencapai puluhan ribu orang yang belum melakukan rekaman KTP", ungkapnya.
Laporan : Ade Manaf

