TRIBUANANESW.COM | Nagan Raya - Berkembangnya issu tentang adanya penutupan akses jalan lintas warga dilokasi divisi 1 Perkebunan Sawit Adapas di Desa Pula Ie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, Ketua LSM-Sejati lakukan investigasi langsung kelokasi sebagai bukti kebenaran dilapangan, Selasa (8/6)
Memurut Samsul Bahri Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sejalan dan Sehati (LSM Sejati) Nagan Raya mengatakan, ternyata isu tersebut benar ada, namun bukan akses jalan lintas roda dua untuk masyarakat melainkan galian paret pembatas antara lahan pengusaha kebun sawet.
"Adapas Divisi 1 dengan tanah penduduk Desa Pulo Ie ini kenyataannya dan fakta dilapangan kemungkinan selama ini sering dipakai warga untuk melintas warga untuk memcari ternaknya yang sering berada dilahan sawet Adapas," kata Samsul Bahri, Rabu (9/6).
Samsul Bahri berharap, semoga untuk kedepan pihak perusahan pekebunan Adapas dan khususnya warga desa pilo ie dapat menjalin kerja sama disemua sektor dan saling menguntungkan.
Hal yang sama juga juga disampaikan kepada media Tribuanannews.com oleh Zulbahri Asisten perkebunan Divisi satu Adapas, tidak ada akses jalan lintas untuk warga yang diputuskan pihak Perusahaan, hanya galian paret pembatas antara rumah warga Desa Pulo Ie dengan perkebunan.
"Apalagi kami dituding merusak tanaman pisang warga masyarakat setempat itu sungguh diluar rencana kerja kami, yang ada hanya pohon pisang ditanami dilahan perkebunan Adapas, itu yang kena galian paret pun sudah kami selesaikan dengan pembayaran Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) kepada warga, menurut saya sudah tidak ada masalah," ucap Zulbahri.
Suwarno, sebagai Humas Adapas, penggalian paret pembatas juga pihak memejemen uttuk mengamtisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kerena selama ini kami sering memdapat laporan kehilangan tandan sawit dan berondolan yang sudah siap dipanen oleh karyawan kami, yang lebih anehnya lagi ada ternak warga hilang dan disembelih dikawasan perkebunan Adapas dan dilangsir pakei roda melintas lorong tersebut, makanya pihak Adapas memutuskan dengan cara galian paret keliling," kata Humas Adapas.
Pihak Perkebunan Adapas sambung Suwarno sering memberi arahan agar masyarakat dapat menggunakam jalan akses keluar masuk lewat jalan yang sudah kami sediakan pintu gaetnya kira 400 (empat ratus) meter dari lorong yang sudah kami putuskan itu agar hal hal yang tidak kita inginkan tidak terulang kembali.
"Menyangkut tenaga kerja perkebunan Adapas yang saat ini tetap tinggal didalam kawasan perkebunan sawit kami rata rata warga pribumi berasal dari Desa Pulo Ie, Desa Pulo Teungoeh dan Desa Blang Luah karena devisi satu Adapas sangat mengutamakan untuk menjadi kariyawannya warga pribumi Darul Makmur Nagan Raya," tutup Suwarno Humas Adapas.
Semoga untuk kedepan pihak perusahan pekebunan Adapas dan khususnya warga desa pilo ie dapat menjalin kerja sama disemua sektor dan saling menguntungkan harap Samsul Bahri ketua LSM SEJATI kabupaten nagan raya
Laporan : Sofyan


