TRIBUANANEWS.COM | Langsa - Asosiasi Pengrajin Pedagang UMKM Indonesia (APPUI) siap mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menebgah (UMKM) berbasis Ekonomi kerakyatan di Kota Langsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua APPUI Muliati, S. Kom akrab disapa Lia kepada media Tribuananews.com saat diwawancarai khusus di Kota Langsa, Senin (31/5).
"Melalui APPUI, kami siap mengembangkan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis kerakyatan sebagai salah satu langkah konkrit guna memerangi kemiskinan di Kota Langsa", ujar Muliati.
Sasarannya, sambung Muliati para pengrajin sovenir (cendera mata) hingga makanan yang dapat dijadikan oleh-oleh untuk visitor lokal maupun yang melintasi lokasi Shop Lot area Titi Kembar di Jalan Lintas Aceh-Sumatera Utara (Sumut) kawasan Langsa Lama.
"Melalui APPUI, kami senantiasa laksanakan pendampingan pemberdayaan kepada para pengrajin dalam pengembangan usahanya berbasis UMKM serta siap bekerja sama dengan semua pihak Donatur yang miliki minat bermitra dengan APPUI," jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya potensi pengembangan dengan konteks Ekonomi Empowerment sangat terbuka lebar di Kota Langsa, karena Kota Langsa merupakan Kota perdagangan dan industri berbasis kerakyatan atau lebih dikenal dengan Home Industry.
Awak media Tribuananews.com Nurma Photo bersama pengurus APPUI Langsa
"Kami akan manfaatkan peluang ini untuk mendukung dan mendampingi para pelaku UMKM menuju usaha mandiri dan sustanable. APPUI siap menjadi pendamping dan pembina bagi para pelaku UMKM dalam mewujudkan cita-cita usahanya termasuk kearah Financial Literacy (Kemampuan mengelola keuangan secara pribadi)," harapnya.
Karena itu, lanjutnya setiap individu pelaku UMKM dengan memiliki metode Financial Literacy akan dapat mengelola keuangan usahanya secara baik dan benar.
"Disamping itu, dalam menunbuh kembangkan program kerja serta cikal bakal bangkitnya APPUI, peran Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kota Langsa sangat besar dalam membantu mewujudkan pusat oleh-oleh khas Aceh yang pertama di Kota Langsa," tutur Muliati.*
Laporan : Nurma


