TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya kembali melaksanakan kegiatan reses. Hari ini kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Anggota DPRK Nagan Raya dari Fraksi DemoKrat Zulkarnain yang juga Ketua Komisi III di lembaga tersebut.
Kegiatan reses Zulkarnain kali ini digelar di "Gelora Cafe" Gampong Kuala Trang, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Acara tersebut dihadiri sekitar 50 orang peserta dari keterwakilan setiap desa di wilayah Kuala Pesisir. Rata-rata per desa hadir oleh 3 orang tokoh masyarakat pria dan wanita.
Pada kesempatan itu Zulkarnain memaparkan bahwa kegiatan reses merupakan kegiatan wajib untuk dilaksanakan oleh Anggota Dewan pada setiap tahunnya. Zulkarnain menambahkan kegiatan reses dimaksudkan untuk menyerap aspirasi rakyat secara langsung (Face to face) antara Anggota Dewan dengan konstituennya.
Pantauan Media Tribuananews.com, Rabu (28/4) beberapa peserta mencerca Anggota Dewan diantaranya Ibnu Sinar warga Gampong Padang Panyang yang mempertanyakan minimnya pembangunan di Dapil III dan fokus pembangunan lebih banyak ke Dapil Darul Makmur.
Disamping itu, Ibnu Sinar juga mensinyalir lemahnya kinerja Anggota Dewan dari Demokrat disebabkan dikendalikan oleh Bupati Nagan Raya yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Nagan Raya.
Menjawab sinyalamen Ibnu Sinar, Ketua Komisi III Zulkarnain menjelaskan bahwa pembangunan Darul Makmur dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dimasa lalu disebabkan Darul Makmur korban disparitas pembangunan dimasa lalu.
"Namun bukan berarti Dapil III tidak ada pembangunan, beberapa ruas jalan di Dapil III Insya Allah tahun ini dibangun pengaspalan serta banyak pembangunan lainnya. Namun banyak juga program pembangunan di Dapil III yang gagal akibat pemotongan anggaran oleh pusat untuk kepentingan Covid 19, oleh sebab itu program yang gagal tersebut akan kita perjuangan tahun depan," jelas Zulkarnain.
Zulkarnain membantah dengan tegas terkait dengan tudingan lemahnya kinerja Anggota Dewan dari Partai Demokrat karena dikendalikan Bupati.
"Itu tidak benar. Tidak ada yang mengendalikan atau yang mengintervensi kerja kami, karena kami bekerja professional sesuai tugas dan fungsi kami. Alhamdulillah beberapa pencapaian kerja telah kami lakukan sekalipun masih banyak pekerjaan yang belum selesai yang harus kami tuntaskan," tegasnya.
"Dan Insya Allah kami masih mempunyai intergritas sehingga Allah SWT melindungi kami dari hal-hal yang melanggar hukum seperti menerima sogokan dan lain sebagainya. Maka dengan demikian, kami hampir tidak memiliki beban mental dalam bekerja," papar Zulkarnain.
Beberapa peserta lainnya seperti Muris dan Novi dari Padang Rubek menyampaikan beberapa usulan pembangunan yang langsung direspon positif oleh Zulkarnain.
Begitu pula dengan kasus kelangkaan gas LPG di Padang Panyang yang disampaikan oleh Idrus yang langsung direspon dengan menurunkan tim dari DPRK dalam waktu dekat ini. Kegiatan reses ditutup hingga pukul 17.00 Wib.*
Laporan : Ediwan K
Editor : Syahrudin AP


