TRIBUANANEWS.COM l Binjai -Masyarakat Binjai, Langkat dan Deli Serdang sudah sangat resah dengan adanya tempat - tempat hiburan malam seperti Diskotik yang berada di pinggiran Kota Binjai di tambah lagi dengan adanya barak-barak Judi dan Narkoba sehingga banyak terjadi kejahatan yang terjadi.
Bukan itu saja, dimasa Pandemi Covid-19, dengan meliburkan anak - anak sekolah yang sudah satu tahun lebih tidak menutup kemungkinan banyak anak - anak kita yang datang ke Lokasi maksiat tersebut sehingga menambah keresahan masyarakat terutama kaum emak - emak.
Demi menyelamatkan anak Bangsa dari tempat - tempat maksiat tersebut, gabungan yang menamakan Aliansi Aksi Penyelamat Ummat Dan Generasi Bangsa yang berasal dari Kota Binjai, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang menyatakan siap untuk melakukan aksi unjuk rasa untuk menutup tempat - tempat maksiat yang dirasa sangat meresahkan masyarakat yaitu Lokasi Diskotik Sky Garden, Cafe Duku ( CDI ), Diskotik Champion serta barak - barak Judi dan Narkoba.Aksi unjuk rasa akan di laksanakan pada hari Jumat ( 9/4 ).
Snni Abdul Fatah koordinator aksi dalam unjuk rasa nanti saat di konfirmasi awak media ini, Senin ( 5/4/2021 ) malam aksi unjuk rasa ini akan di laksanakan karena ini adalah puncak kemarahan ummat dan masyarakat, bukan hanya yang ada di Kota Binjai tetapi Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang.
Aksi unjuk rasa ini menurut Sanni yang juga ketua GNPF tidak bisa di tawar - tawar lagi, bahkan menurut Sanni hari Jumat nanti adalah Hari Marahnya Ummat. Kami akan melampiaskan kemarahan kami dalam aksi unjuk rasa ini kepada semua orang dan masyarakat semuanya bahwa tempat - tempat mungkar seperti Sky Garden, CDI dan Diskotik Champion serta barak - barak judi dan Narkoba tidak bisa di diamkan lagi.
Masih kata Sanni kembali, kalau kita diama hanya berpangku tangan maka kita gak akan tau lagi apa yang akan kita rasakan dan dapatkan dampaknya dari tempat - tempat mungkar tersebut.
Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum serta Pemerintah agar secepatnya menutup secara permanen tempat - tempat mungkar tersebut karena sudah tidak bisa di bhilang lagi dampak akibat lokasi tersebut.
Jangan sampai ummat yang bergerak dan bertindak duluan baru semua pada sibuk, cetus Sanni.
Laporan : Raiyan


