TRIBUANANEWS.COM | Langkat - Polres Langkat diminta tangkap pelaku penganiayaan dan pembacokan salah seorang karyawan PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK) Kebun Marike.
Sebab keberadaan pelaku yang diduga masi berkeliaran bebas di sekitar tempat domisilinya pelaku tinggal itu sangat meresahkan warga. Bahkan karyawan perkebunan juga kuatir keberadaanya yang bebas itu menjadi ancaman bagi mereka saat bekerja.
Manager Perkebunan Marike PT. LNK menduga pelaku saat ini berada di sekitar perkampungan. Dugaan itu diperkuat dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat tentang keberadaan pelaku yang bebas berkeliaran.
"Pelaku diduga tidak melarikan diri keluar daerah dan masih berada di sekitar perkampungan tempat pelaku berdomisili," sebut Manager perkebunan Marike Hairil Kamis (1/4) di Kutambaru dibruang kerjanya.
Keberadaan pelaku yang masih berkeliaran bebas dan belum tersentuh hukum itu diakui manager berdasarkan informasi dari warga yang mengetahui keberadaan korban di sekitar tempat dia berdomisili.
Untuk itu manager mendesak jajaran Polres Langkat untuk secepatnya dapat menangkap pelaku. " Kami sangat berharap pelaku secepatnya ditangkap pihak yang berwenang," sebutnya.
Kami berharap aparat kepolisian dapat membantu perusahaan milik negara mengamankan asset serta menciptakan rasa aman bagi pekerja di perusahaan negara ini, " sebutnya seraya mengharapkan pelaku kekerasan pada karyawan tersebut dapat secepat mungkin ditangkap.
Direktur SDM PT. LNK Suharto SH juga angkat bicara atas keprihatinannya belum tertangkapnya pelaku penganiayaan. Hal itu dikemukakannya kepada wartawan.
Korban kekerasan yang dialami salah seorang pekerja keamanan perkebunan itu disebutkan Suharto dianiaya saat melakukan tugas di areal perkebunan oleh sekelompok orang. Pelaku penganiayaan diduga juga merupakan kelompok terorganisir yang kerap melakukan penjarahaan hasil perkebunan.
Korban tindakan kekerasan Eka Syahputra mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang itu hingga dirinya mengalami luka bacokan di bahagian tangan kanannya itu, terjadi saat dia mengawasi hasil jarahan kelapa sawit yang berhasil mereka amankan.
"Saya diserang dengan senjata tajam oleh dua orang yang diduga merupakan pelaku penjarah kelapa sawit yang hasil jarahannya berhasil kami amankan," sebut korban. ...
Liputan: Dian

