• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jalan Rusak Parah, Warga Binjai Barat Blokir Jalan Gatot Subroto

    09/04/21, 09:43 WIB Last Updated 2021-04-09T02:43:49Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini


    Ryan Wijaya SE, Anggota DPRD Kota Binjai saat meninjau aksi pemblokiran  jalan Gatot Subroto yang rusak parah


    TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Merasa kecewa karena badan jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki, puluhan warga nekat memblokir Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Binjai, Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (08/04/2021) siang.


    Pantauan wartawan, aksi blokir jalan dilakukan warga tepat di Simpang Jalan Nenas, Kelurahan Bandar Senembah dan Kelurahan Sukaramai. Di tempat itu, mereka sengaja membakar ban bekas, menanam pohon pisang, serta menempatkan potongan kayu dan beberapa batu besar di tengah jalan.


    Akibat hal tersebut, arus lalu-lintas di jalan lintas kabupaten/kota itu seketika terhenti. Sebagian besar pengguna kendaraan, khususnya para pengemudi truk, terpaksa menghentikan sementara laju kendaraan mereka.


    Guna melanjutkan perjalanan, beberapa pengguna kendaraan, baik pengemudi sepeda motor, becak bermotor, dan mobil, berinisiatif melintasi dua jalur aternatif, yakni melewati Jalan Kedondong dan Jalan Nenas.


    "Kami sengaja lakukan ini, karena kami kecewa dengan pemerintah. Sebab sampai sekarang kami tak ada kepastian kapan jalan ini akan diperbaiki. Makanya kalau tetap tidak ada perhatian, kami nekat buat aksi serupa," ungkap Jaya Alfian (46), salah seorang warga.


    Sementara itu, Raihan (19), warga lainnya, mengakui, kerusakan badan Jalan Jenderal Gatot Subroto sepanjang lebih dari dari 2 kilometer telah berlangsung sejak 2019 silam.


    Hanya saja hingga awal 2021 ini belum juga ada proses perbaikan oleh Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, termasuk melakukan sedimentasi terhadap saluran drainase di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto. 


    "Padahal kerusakan badan Jalan Gatot Subroto ini sudah sangat parah. Banyak sudah warga yang jatuh tergelincir saat mengendarai sepeda motor, karena coba menghindari lubang dan kubangan di tengah jalan," terangnya.


    Tidak lama setelah aksi pemblokiran jalan berlangsung, tampak anggota  DPRD Binjai dari Fraksi PDI-P Ryan Wijaya SE, Camat Binjai Barat, Samuel Lumbantoruan, Kapolsek Binjai Barat, AKP Selamat Riyadi,  dan personel Koramil 01/Binjai Kota.


    Selain itu juga, Camat Binjai Barat, Samuel Lumbantoruan, mengharapkan warga bersabar. Sebab anggaran perbaikan Jalan Jenderal Gatot Subroto sebenarnya sudah ditampung dalam APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2021.


    "Informasi yang saya terima dari Bapak (Plt) Walikota Binjai, tahun ini juga jalan Jenderal Gatot Subroto diperbaiki. kalau tidak salah panjangnya 2 sampai dengan 4 kilometer. Dinas PU Kota Binjai sendiri terus berkomunikasi dengan Dinas PUPR Sumut, terkait waktu pengerjaannya. Ya semoga saja Ramadan ini sudah dikerjakan," terangnya.


    Sementara itu, anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi PDIP, Ryan Wijaya SE, menyatakan, kekecewaan warga Kecamatan Binjai Barat adalah hal yang wajar. Sebab kerusakan badan jalan Jenderal Gatot Subroto telah berlangsung lama, namun sampai saat ini belum juga ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.


    "Saya kira tuntutan warga agar jalan ini segera diperbaiki adalah wajar. Sebab ini memang menjadi hak bagi setiap warga negara Indonesia mendapatkan fasilitas publik yang layak. Apalagi kondisi infrastruktur sangat mempengaruhi mobilitas sosial dan aktivitas ekonomi di suatu daerah," jelasnya.


    Sebaliknya, meskipun saat ini anggaran pembangunan fisik banyak dialihkan  untuk penanganan Covid-19, namun Ryan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tetap memprioritaskan perbaikan akses-akses transportasi yang strategis, khususnya terhadap Jalan Jenderal Gatot Subroto.l

    "Seperti kita ketahui bersama, Bapak Presiden juga telah berkomitmen memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur pada seluruh daerah di Indonesia. Tentu saja ini adalah kesempatan baik bagi setiap daerah menyempurnakan pembangunan infrastruktur," ujarnya. 


    Laporan : Raiyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan