TRIBUANANEWS.COM | Poso - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Suratno mengatakan untuk semua kegiatan dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 ini, ada 24 Kelompok Tani untuk pembangunan irigasi tersier dengan panjang setiap paket 200 meter, dengan pagu anggaran masing-masing kelompok mendapatkan sebesar 75 juta.
"Yang jelas dari APBN TP Provinsi itu dengan anggaran Rp. 75 juta perkelompok sekarang rata-rata sudah diatas 60 persen pengerjaannya, bahkan sudah ada yang seratus persen," kata Suratno diruang kerjanya, Rabu (21/4).
Suratno menjelaskan, sebelumnya dana sudah ditransfer ke masing-masing kelompok sejak bulan februari lalu. Untuk yang DAK sendiri sekarang baru buka rekening karena anggarannya baru masuk dari Pusat ke Daerah.
Menurut Suratno bahwa sekitar 33 kelompok tani sudah boleh membuka rekeningnya, adapun dari 8 kelompok yang hanya mendapat 27 juta untuk pekerjaan pintu air, saluran longsorit serta Jalan Usaha Tani (JUT) yang semua itu secara swakelola dengan total anggaran 5 miliar dikurangi perencanaanya yang sebelumnya sudah mendapat pekerjaan pada saluran tersiernya.
"Saya berharap sektor pertanian terus eksis dalam memberikan pendapatan ke negara, olehnya para petani kita tak ada yang berhenti bertani dan kami ingin menjadi salah satu sumber lumbung pangan," ujarnya.
Ditambahkannya, sampai saat ini para petani masih bergantungan kepada para tengkulak walaupun sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Lanjut Suratno mengatakan sekarang semua petani berteriak dengan kelangkaan pupuk, karena pupuk bersubsidi kuotanya dikurangi 65 persen dan yang tinggal 32 persen.
Pupuk bersubsidi dan itu jalan keluarnya mau tidak mau beli pupuk non subsidi yang harganya hampir dua kali lipat, karena itu pemerintah pusat malalui kementerian pertanian ada subsidi untuk bunga kredit usaha dipertanian yang bunganya hanya setengah persen sebulan.
Dan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, juga bagaimana membuat unit pengolah pupuk organik disetiap Kecamatan dalam rangka meningkatkan produksi pangan yang lebih berkelanjutan,
"Kami sudah kerjasama dengan pupuk Kaltim sebagai penyedia pupuk, walau ada juga non subsidernya diharapkan para petani akan dapat mengajukan kredit," jelas Suratno.
Sosialisasi terus kita lakukan untuk mengatasi kalau gagal panen, melalui asuransi usaha tanam padi oleh PT Jasindo yang mana pada tahun ini berharap bisa 10.000 hektar bisa diasuransikan.*
Laporan : Agus

