• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Antusias !!! Warga Desa Cikahuripan Patungan Bentuk Kelompok Tani Jamur Tiram, Bachtiar: Saya Optimis, Kelak Cikahuripan Akan Menjadi Kampung Jamur

    20/04/21, 21:02 WIB Last Updated 2021-04-20T14:07:07Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Tumbuh subur, Jamur tiram coklat hasil panen uji coba dari kumbung jamur milik Mursali Bachtiar, Selasa (20/4/2021)

    TRIBUANANEWS.COM | Bogor - Keinginan sejumlah warga untuk menjadikan Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor menjadi kampung jamur tiram sepertinya akan segera terwujud. 


    Hal itu terlihat dari antusias warga setempat membentuk kelompok tani jamur dan akan segera mendirikan rumah (kumbung) jamur di lahan fasilitas umum (Fasum) Perum Pesona Palad.


    Selain akan mendirikan kumbung jamur, kelompok tani jamur tiram yang digagas oleh Mursali Bachtiar warga Perum Pesona Palad ini dalam waktu dekat akan membeli baglog (media tanam) jamur tiram sebanyak 2000 log.


    "Insya Allah dalam waktu dekat ini kami segera mendirikan kumbung jamur tiram seluas 72 meter persegi di lahan Fasum Perum Pesona Palad. Bahkan baglog jamurnya juga sudah kami pesan dari ahlinya petani jamur sebanyak 2000 log," kata Bachtiar kepada Tribuananews.com, Selasa (20/4/2021) di Bogor.


    Menurut pria yang juga aktif sebagai Pimpinan Redaksi media ini, tujuan dibentuknya kelompok tani jamur di Desa Cikahuripan selain sebagai edukasi tentunya juga akan menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat setempat.


    "Terbentuknya kelompok tani jamur di Desa Cikahuripan ini tentunya juga sejalan dengan program pemerintah dalam ketahanan pangan. Hasil panen jamur tiram yang kami budidaya nanti selain untuk konsumsi keluarga para peserta kelompok juga akan dipasarkan secara umum sehingga bisa menjadi sumber penghasilan," terang Bachtiar.


    Menurut Bachtiar membudidaya jamur tiram di Desa Cikahuripan dengan iklim suhu yang cenderung panas memang perlu menjadi perhatian serius. 


    "Suhu dikawasan Cikahuripan ini memang cenderung tinggi bisa mencapai 30 sampai 31 C saat siang hari. Tapi saya tidak khawatir dan optimis jamur tiram masih bisa tumbuh dan panen dengan sempurna, karena kendatipun suhu di daerah ini cenderung tinggi namun mudah sekali berubah ke suhu yang rendah antara 28 hingga 29 C saat sore hari," ujarnya.


    Suhu yang tidak stabil, terang Bachtiar, harus disiasati dengan tetap menjaga kesetabilan pada kelembaban kumbung jamur. Salah satu cara dengan rajin melakukan penyiraman pada lantai kumbung, terutama pada sekitar jam 1 siang saat suhu tinggi.


    "Saya sudah lakukan uji coba membudidaya jamur tiram coklat dalam skala kecil yakni hanya 50 baglog dan hasil pertumbuhannya cukup baik termasuk panennya juga sempurna," cetusnya.


    Selain itu, Ia juga berharap kelak masyarakat di Desa Cikahuripan bisa melakukan budidaya jamur tiram ini secara mandiri atau perorangan namun tetap menginduk pada kelompok tani yang telah dibentuknya sebagai sentra atau induk dari pelaku usaha budidaya jamur yang ada di Desa Cikahuripan.


    "Karena nantinya kami tidak hanya sebagai kelompok pembudidaya saja, tapi kami juga akan membantu para petani jamur binaan dalam pemasarannya," ujar Bachtiar.


    Diakhir perbincangan, saat disinggung soal sumber dana budidaya jamur tiram ini, pria kelahiran Jakarta 1970 itu dengan tegas mengatakan bahwa untuk saat ini biaya bersumber dari kantong pribadi masing masing peserta kelompok.


    "Mulai dari pembelian baglog, mendirikan kumbung jamur hingga biaya perawatan semuanya menggunakan uang peserta kelompok, kami patungan. Persoalan nanti kedepannya ada bantuan dari pemerintah desa atau kabupaten ya kita terima dan akan kami kelola semestinya," pungkasnya.*


    Laporan : Hotma



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan