• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    SPBU Paya Undan Seunagan Diduga Langgar Peraturan Pertamina, Leluasa Jual BBM Pakai Jerigen

    13/03/21, 20:48 WIB Last Updated 2021-03-13T13:48:48Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Photo rutinitas setiap harinya  penjualan BBM menggunakan Jerigen di SPBU bernomor 14236466 Lokasi Desa Paya Undan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya


    TRIBUANANEWS.COM I Nagan Raya – Pertamina sebagai operator melarang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen dan drum, terkecuali ada rekomendasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.


    Di SPBU bernomor 14236466 lokasi Paya Undan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya BBM diduga sangat bebas dan leluasa dijual kepada konsumen menggunakan jerigen berbahan atomy/plastik dengan kapasitas per konsumen puluhan jerigenper konsumen menggunakan mobil pick up.


    Akibat selalu menjual kepada konsumen menggunakan jerigen diduga  dalam jumlah besar, SPBU tersebut seringkali kehabisan persediaan BBM saat dibutuhkan oleh kendaraan yang sedang melakukan perjalanan.


    Zainuddin, salah seorang Aktivis Pemerhati termasuk bidang kebijakan publik mengatakan, SPBU bernomor 14236466 lokasi Desa Paya Undan Seunagan tersebut terkesan bandel dan berani menjual BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar diangkut mobol pick up.


    "Saya selaku pemilik kendaraan yang senantiasa beraktivitas rutin membutuhkan BBM sering merasa kecewa saat tiba di SPBU tersebut BBM sering kali habis, untuk mencapai SPBU lainnya harus mengisi BBM dikios-kios dijual dalam botol Aqua", ujar Zainuddin kepada media Tribuananews.com.


    Seharusnya, kata Zainuddin pihak Pertamina tegas dan evaluatif setelah mengeluarkan peraturan terkait penjualan bahan bakar sesuai aturan Standar Operasional Prosudur (SOP) bagi SPBU.


    "Tindak tegas SPBU yang diduga dengan sengaja berani melawan peraturan Pertamina berdampak terhadap konsumen pemakai BBM. Di SPBU Paya Undan Seunagan tersebut saat ditanyakan kepada operator jawabannya atas perintah Manager melalui pengawas, begitu jawabnya", ungkapnya, Sabtu (13/3).

    BBM di SPBU bernomor 14236466 lokasi Desa Paya Undan ini diduga lebih banyak masuk dalam jerigen dari pada masuk dalam tangki kendaraan. Sehingga saat kendaraan mau mengisi disinyalir sering habis


    Ditempat terpisah, salah seorang Tokoh Pemerhati Kebijakan Publik Aceh Adi Selitonga menegaskan Pertamina harus tegas jalankan peraturan Regulasi yang dikeluarkannya guna tertib dan sesuai aturan operasional SPBU terutama menyangkut keselamatan dari bahaya kebakaran.


    "Dalam peraturan Pertamina disebutkan BBM tidak dibemarkan dijual menggunakan jerigen yang bahannya mudah terbakar, tetapi SPBU berlokasi di Paya Undan Seunagan tersebut luar biasa menampung konsumen yang pakai jerigen",  papar Adi Selitonga.


    Jika Pertamina tidak sanggup tegas dengan Regulasi dibuatnya, harap Adi Selitonga maka hapus saja peraturan tersebut, agar tidak jadi acuan para pemerhati serta pengawas Regulasi Negara.


    Rizal (35) warga seputaran Jeuram pemilik kendaraan roda empat kepada media ini mengeluhkan perilaku operator SPBU bernomor lokasi Paya Undan Seunagan yang menjual BBM secara rutin kepada konsumen menggunakan jerigen.


    "Kami saat mau mengisi BBM di SPBU lokasi Paya Undan sering antri lama menunggu, karena pompa pengisian sedang mengisi jerigen dalam paket banyak menggunakan mobil pick up dan becak", keluh Rizal.

    Para Operator SPBU saat ditanyai pihak media ini, kenapa sangat banyak menjual minyak dalam jerigen dengan menggunakan mobil dan becak? Jawabannya atas perintah Manejer kepada pengawas, dan pengawas intruksikan sama Operator.


    "Saya kalau tidak diperintahkan dari atasan mana berani melakukannya. Pemilik SPBU jarang datang, ìManejer memerintahkan melalui pengawas membolehkan jual BBM menggunakan jerigen, kami hanya pekerja", kata Operator tersebut.


    Adnan alias Cek Nan selaku Manager SPBU Desa Paya Undan tersebut tidak merespon konfirmasi awak media Tribuananews.com via pesan WhatsAppnya. Tidak ada jawaban apapun darinya, terkesan konfirmasi awak media hanya dibaca saja.*


    Editor      : Syahrudin AP


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan