TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kruat Permai Desa Riam Bunut Kecamatan sungai Laur yang bergerak di bidang peternakan ayam pedaging disinyalir sarat dengan kepentingan, sehingga menyebabkan kerugian keuangan Bumdes.
Selain mengalami kerugian, Diduga berdirinya Bumdes tersebut prematur, sebab ketua yang dipilih tidak mengetahui kalau dirinya ditunjuk sebagai ketua Bumdes.
" Saya langsung ditunjuk menjadi kepala Bumdes oleh kepala desa," jelas Jumran, Selasa (9/3/2021) dikediamannya.
Dirinya mengaku, selain tidak mengetahui dirinya ditunjuk sebagai Ketua, tidak mengetahui tentang Ad/ART Bumdes tersebut bahkan SK pengangkatan dirinya tidak pernah dilihatnya.
" 2018 sampai sekarang saya tidak mengetahui SK saya, dan tidak mengetahui seperti apa pembentukannya," ungkap Jumran.
Dia menjelaskan, bahwa Bumdes yang dia kelola dana nya tidak sekaligus untuk dicairkan, namun bertahap.
" total nya 200 juta untuk modal awal, dan itu bertahap pencairan nya," jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, bahwa Bumdes sampai saat ini belum mempunyai rekening sendiri masih menggunakan rekening pribadi miliknya.
" masih menggunakan rekening saya," aku Jumran.
Ketua Bumdes juga mengakui, kerugian usaha yang dia ketuai itu selain ada intrik-intrik kepentingan, dirinya juga menyebutkan bahwa dirinya juga masih awam pengetahuan tentang bagaimana cara beternak ayam pedaging.
" salah satunya kami masih awam pengetahuan tentang bagaimana cara beternak ayam pedaging," tambahnya.
Satu diantara warga Desa Riam Bunut, Roesliyani (41), dia menuding bahwa Bumdes tersebut hanya untuk menyiasati uang negara.
" Dari awal Bundes dibentuk sudah tidak transparan dan hanya untuk menyiasati Uang Negara," ungkapnya.
Dia melanjutkan, selain untuk menyiasati, dirinya juga mempertanyakan legalitas Bumdes tersebut.
" Seperti unsur pimpinan Bumdes sampai hari ini tidak memegang SK dari desa," tukasnya.
Untuk diketahui, pada tahun 2020 Bumdes Kruat Permai Desa Riam Bunut baru melakukan usaha ternak Ayam pedaging dengan dana sebesar 200 juta yang bersumber dari keuangan Desa.*
Laporan : Erwin

