TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) secara Nasional lebih dikenal namanya BUMDes Desa Ie Beudoeh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya berpotensi dukung kemandirian Desa dari income akan dihasilkannya.
BUMG Desa Ie Beudoeh tersebut dirancang dengan pemikiran handal oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Desa tersebut Agus Salim Is, S. Sos bersama aparatur Desa, Tuha Peut dan Tokoh Masyarakat setempat guna wujudkan masa depan Desa pasca Dana Desa (DD).
Sektor pengembangan usaha yang dipilih BUMG Desa Ie Beudoeh merupakan produk steategis dan prioritas utama bagi kehidupan manusia, yakni produk air minum siap saji dengan Sumber Daya Alam (SDA) lokal telah lulus uji klinis sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Ketua BUMG Desa Ie Beudoeh Suriandi kepada media Tribuananews.com mengatakan, terkait perizinan semuanya sudah rampung termasuk uji klinis kadar air yang dijadikañ sumber pengolahan.
"BUMG Desa Ie Beudoeh sudah bisa produksi dalam skala besar, namjn belum kita mulai pengolahannya karena masih menunggu bahan baku lainnya dikirim dari luar daerah. Oleh sebab itu hingga saat ini belum dimulai produksinya", ujar Suriandi, Selasa (23/3).
Menyangkut tenaga skill dalam beroperasi melaksanakan pengolahan produk air minum siap saji bentuk kemasan, mereka sudah terlatih dan terampil dalam tugas dan tanggung jawabnya.
"Jika kita kalkulasikan jumlah produksi mampu diolah oleh mesin yang kita miliki, perkiraan pendapatan yang dihasilkan capai Rp. 200-an juta/tahunnya dalam kondisi pemula. Saya yakin jika sudah maksimal produksi serta sudah menguasai pangsa pasar standar hasilnya bisa capai Rp. 400-an juta/tahun incomenya", jelasnya.
Zainuddin, selaku Aktivis Pemerhati Sosial Kemanusiaan dan Kebijakan Publik mengatakan, dengan potensi serta kapasitas produksi dimiliki BUMG Desa Ie Beudoeh, Desa pertama menuju kemandirian adalah Desa Ie Beudoeh.
"Saya sangat apresiasi atas terobosan serta ide brilian dari Keuchik Agus Salim dan timnya dalam memikirkan masa depan Desa mereka dari ketergantungan anggaran. Pasca DD dari Pemerintah Pusat Desa Ie Beudoeh sudah mapan dalam peningkatan sumber daya bagi Desanya", sebut Zainuddin.
Ironisnya lagi, tambahnya SDA air bersih milik Desa Ie Beudoeh juga dikonsumsi oleh sebagian besar warga masyarakat Seunagan dan Seunagan Timur yang mengambil langsung ke sumber mata air tersebut.
Ditempat terpisah, Keuchik Desa Ie Beudoeh Kecamatan Seunagan Timur Agus Salim Is, S. Sos kepada awak media melalui telepon selulernya menyampaikan, semua itu untuk kepentingan masa depan Desa Ie Beudoeh, kepentingan masyarakat, serta usaha milik Desa berkelanjutan.
"Cita-cita saya adalah bagai mana memandirikan Desa sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo pada poin 11, "Membangun Negara Melalui Pinggiran", tindak lanjutnya adalah lahirnya Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, agar Desa dapat mengembangkan Pemdes dan masyarakat menuju kemandirian", terang Keuchik Agus Salim.
Selanjutnya, kata Keuchik Agus Salim Pemerintah Pusat melalui Kemendes PDTT, Kemendagri, dan Kemenkeu selaku instansi mewenangi Desa mengucurkan anggaran dengan tujuan tersebut.
"Saya tidak mau menyia-nyiakan peluang, tujuan saya menjadi pemimpin di Desa bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok saya, tetapi demi masyarakat Desa Ie Beudoeh. Dan Alhamdulillah program BUMG memproduksi air minum kemasan siap saji sudah dimiliki Desa Ie Beudoeh", ungkapnya.*
Editor : Syahrudin AP



