• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Polem Muda Ahmad Yani: Hentikan Aksi 26 Maret, Diindikasi Rusaknya Perdamaian Aceh

    16/03/21, 01:03 WIB Last Updated 2021-03-15T18:03:02Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Polem Muda Ahmad Yani (photo), mantan Ketum DPP-FORKAB Aceh Periode 2015-2020, juga Eks Combatan GAM Barsela


    TRIBUANANEWS.COM | Banda Aceh – Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  Forum Komunikasi Anak Bangsa (DPP - FORKAB) Aceh Polem Mudah Ahmad Yani meminta kepada seluruh elemen masyarakat Aceh, khususnya Eks Kimbatan agar tidak terprovokasi dengan "Aksi 26 Maret 2021".


    Aksi tersebut diserukan oleh Syeh Ki disinyalir dapat merusak stabilitas keamanan dan ketertiban Aceh yabg sudah dan sedang berjuang mengisi perdamaian Aceh.

     

    Melalui pers rilisnya kepada media Tribuananews.com, Polem Muda Ahmad Yani yang semasa masih sebagai anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dikenal dengan nama Ahmad Gagap kepada semua pihak agar tidak menciptakan indikasi tindakan-tindakan dapat merusak perdamaian Aceh.


    "Kalau bertujuan membangun dan mewujudkan Aceh menjadi lebih baik, mari bersinergi dengan Pemerintah Aceh untuk meng-Explore konsep-konsep pembangunan dan pemerataan bagi rakyat menuju Aceh yang berdaulat dan bermatabat", ujar Polem Muda Ahmad Yani, Selasa (16/3).


    Polem Muda Ahmad Yani mempertanyakan reputasi perjuangan Syeh Ki dalam dekade Aceh memperjuangkan Kedaulatan serta hak-hak rakyat Aceh terdahulu, meskipun saat ini Syeh Ki muncul kata mau memperjuangkan hak-hak rakyat.


    'Saya sependapat dengan rekan-rekan pejuang Barat Selaran (Barsela) lainnya seperti Cutman serta rekan-rekan ban Sigom Aceh, Aceh sudah damai dan jangan menciptakan kekacauan lagi di Bumi Aceh", tegasnya.

     

    Bingkai perdamaian Aceh yang sudah berjalan, lanjutnya agar tidak tidak lagi dipolitisir dengan hal-hal yang sifatnya mengundang kembali konflik baru di Bumi Aceh dengan berdalih perjuangan rakyat.


    "Sudah cukup menjual nama rakyat Aceh yang pada akhirnya hanya menyengsarakan rakyat oleh oknum-oknum disinyalir tidak bertanggung jawab, hentikan politik-politik mengarah kepada kepentingan kelompok mengatas namakan rakyat", harap Putra asli Barsela tersebut.


    Bumi Aceh , kata Polem Muda Ahmad Yani memiliki Pemerintahan dibawah bingkai kedaulatan Negara Republik Indonesia (NKRI) dan sedang melaksanakan terobosan-terobosan dalam mengisi perdamaian Aceh sesuai Memorandum of Undersranding (MoU) Helsinky.


    "Pemerintah Aceh memiliki konsep-konsep serta perencanaan pembangunan ter-Struktur guna mensejahterakan dan memaknurkan rakyat, kenapa menyulut isu-isu terkesan provokatif? Perjuangan itu tidak mesti harus melakukan aksi yang dapat menciptakan kerusuhan dan melahirkan kekacauan di Aceh", terangnya.


    Polem Muda Ahmad Yani mengajak kepada Syeh Ki beserta kelompoknya agar mempertimbangkan dan berfikir lebih relevan untuk menyelamatkan rakyat serta memberikan kesempatan kepada rakyat agar hidup aman, nyaman dan damai seperti saat ini.


    "Mari mengisi perdamaian Aceh dengan fikiran yang jernih dan intelektual demi rakyat. Berjuang mengisi perdamaian secara bersama-sama tanpa mengedepankan krisis dan kesenjangan sosial pribadi dan kelompok", ajak Polem Muda.


    Mengenai Wali Nanggroe dan Mualem Muzakir Manaf, tidak perlu diciptakan kesenjangan dengan isu provokatif lebih dan kurangnya, Wali Nanggroe dan Mualem Muzakir Manaf  juga manusia biasa tidak terlepas dari keterbatasan serta kekurangan. Jika ada yang janggal kritik secara profesional dengan mengedepankan pemikiran sehat dan bijak.

     

    "Terkait isu kemiskinan Aceh, itu merupakan tanggung jawab kita semua dan bagai mana kita sikapi bersama dengan mempengaruhi kebijakan Pemerintah Aceh agar krisis sosial tentang kemiskinan dapat teratasi di Aceh dan tanpa timbulnya kekacauan berdampak buruk bagi rakyat", himbaunya.*


    Editor     : Syahrudin AP

     


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan