TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Junaidi (51) saat ini berdomisili dirumah saudaranya di Desa Meunasah Krueng Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya warga cacat lumpuh butuh uluran tangan pemerintah guna keberlangsungan hidupnya ke depan.
Saat ditemui awak media Tribuananews.com diteras rumah saudara sepupunya di Desa Meunasah Krueng Beutong, Junaidi mengeluhkan kondisinya saat ini dalam keadaan lumpuh tetapi tidak memiliki apa-apa.
"Saya hidup hanya mengharap belas kasihan sanak saudara, ibu saya di Desa Rambong Kecamatan Beutong dimana Desa tempat saya dilahirkan juga sudah tua, tidak mampu mengurus saya. Saya tidak punya anak istri, hanya sebatang kara dengan kondisi saya ini", ujar Junaidi dengan nada sedih, Senin (22/3).
Junaidi sangat berterima kasih kepada saudara sepupunya yang menampungnya saat ini tetapi ini tidak mungkin selamanya, meskipun dirinya menyadari bahwa keadaan dan kondisi kehidupannya saat ini membebani saudaranya tersebut di Desa Meunasah Krueng.
"Saya sangat berharap kepada Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Nagan Raya agar dapat kiranya membantu mengurangi beban penderitaàn saya, baik moril maupun materil. Jika pihak pemerintah tidak dapat membantu fasilitas dalam kehidupan saya yang cacat dan sebatang kara ini, mohon fasilitasi saýa ke agar bisa diterima dipanti jompo", harapnya pasrah.
Pj. Keuchik Desa Meunasah Krueng Beutong Jailani menanggapi kondisì yang dialami Junaidi dengan penderitaannya, pihak keluarga (saudara) Junaidi yang menampungnya saat ini agar mengurus identitas Junaidi, karena tanpa identitas yang jelas sulit untuk pengajuan kepada pemerintah.
"Saya selama ini memang mengetahui keberadaan Junaidi tinggal bersama warga kami, tetapi kami tidak dapat mengakses pengajuan ke pihak Pemkab Nagan Raya dalam hal ini Dinas Sosial dan Badan lainnya karena Junaidi bukan warga kami. Instansi pemerintah memiliki prosudur administeasi", ungkapnya.
Keuchik Jailani meminta keluarga (saudaranya) Junaidi agar status penduduk dipindahkan ke Desa Meunasah Krueng, agar dirinya dapat dengan mudah mengupayakan proses tindak lanjut ke pihak pemeŕintah Kabupaten guna mencari solusi terkait nasib Junaidi.
Zainuddin, selaku Aktivis Sosial Kemanusian dan Pemerhati Pemerintahan menilai, kondisi Junaidi sangat layak untuk diperhatikan, dibantu, dan difasilitasi. Junaidi dengan keadaannya sebatang kara tanpa anak dan istri dengan kondisi fisik cacat permanen sangat memprihatinkan.
"Saya minta kepada pemerintah Nagan Raya agar mengambil langkah konkrit terhadap keberlangsungan kehidupan Junaidi dimana tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk dirinya sendiri", tegasnya.
Ditempat terpisah, Camat Beutong Edi Kamal menanggapi perihal yang dialami Junaidi kepada media ini menyampaikan turut prihatin dan rasa pedulinya terhadap Junaidi yang mengalami cacat fisik tersebut.
"Saya berharap agar saudara sepupu yang menampung Junaidi agar mengurus kelengkapan administrasi Junaidi agar dapat kita kirim usulan kepihak terkait di Kabupaten. Secara pemerintahan kami harus mengikuti prosudur yang berlaku", harap Camat Edi Kamal.
Camat Beutong berharap semoga semuanya akan dapat terselesaikan dengan baik agar persoalan yang dihadapi Junaidi mendapat solusi terbaik demi keberlangsungan hidunya kedepan.*
Editor : Syahrudin AP

