• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dituding Potong 25 Persen Dana Kegiatan Tempat Wudhu' Masjid Baitul Qafur, Ini Jawaban Keuchik Muhib

    19/03/21, 11:11 WIB Last Updated 2021-03-19T04:11:51Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Muhibuddin (photo) Keuchik Desa Pulo Teungoeh Kecamatan Seunagan Timur


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Keuchik Desa Pulo Teungoeh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Muhibuddin akrab disapa Keuchik Muhib berikan klarifikasi terkait tudingan kepadanya tentang pemotongan Dana Tempat Wudhu' Masjid Baitul Qafur Desa setempat.


    Tudingan disampaikan melalui media ini sebelumnya mengatakan dirinya memotong 25 persen anggaran pembangunan Tempat Wudhu' Masjid Baitul Qafur itu tidak benar, sebenarnya hanya dipotong pajak PPn, PPh, dan Pajak galian C.


    Keuchik Desa Pulo Teungoeh Seunagan Timur Muhibuddin menjawab tudingan tersebut melalui pesan WhatsApp, ini penjelasannya, yang pertama. angaran mesjid untuk tahun 2020, Rp.75.000.000. kemudiam bangunan tersebut dikelola TPK. 


    "Yang mengerjakan bangunan tersebut Seifullah selaku penanggung jawab penuh pembangunan sesuai anggaran tersebut berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (Rab) yang dibuat oleh Konsultan", jawab Keuchik Muhib, Selasa (9/3).


    Mengenai pemotongan sejumlah 25 persen itu bohong, yang dipotong kemarin itu cuma pajak PPn10 persen, PPh 4 persen, dan Pajak galian C sejumlah 5 persen, total semuanya 19 persen.


    "Saya boleh dihadapkan dengan pekerja yang bertanggung jawab bangunan tersebut untuk mengungkap kebenaran yang sesungguhnya. Saya rasa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sudah melaksanakan sesuai arahan peraturan yang berlaku", jelasnya


    Mengenai RAB kegiatan Tempat Wudhu' Masjid Baitul Qafur Desa Pulo Teungoeh, tambahnya yang membuat adalah konsultan, bukan dirinya, sedangkan yang mengerjakan adalah Saifullah dan semua Diserahkan kepada yang bersangkutan.


    "Sangat mengherankan tudingan terhadap saya mengenai bangunan tersebut, seharusnya saya yang berhak komplen dalah hal ini, tetapi saya tidak membesar-besarkan hal ini. Terkait tudingan yang tidak benar kepada saya juga tidak saya besar-besarkan karena wajar kalau saya dikritik oleh warga saya", ungkapnya.


    Keuchik Muhib juga mengetahui siapa-siapa yang berada dibalik semua ini yang berniat menjatuhkan dirinya selaku Keuchik, wajar persaingan dalam Desa terjadi seperti itu.


    "Jika tudingan terhadap saya oleh beberapa oknum warga Desa Pulo Teungoeh dan disinyalir terlibat oknum anggota Tuha Peut tidak dapat dibuktikan, Pemdes Pulo Teungoeh Seunagan Timur akan meminta pertanggung jawaban mereka, kalau perlu saya akan bawa ke ranah hukum.*


    Laporan    : Galang RW

    Editor        : Syahrudin AP


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan