• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Banom NU Provinsi Maluku Mengutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

    30/03/21, 21:58 WIB Last Updated 2021-03-30T14:58:31Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini


    “Diharapkan kepada TNI-Polri untuk selalu melakukan pengamanan dan pengawasan yang ketat di jalur pintu masuk ke Maluku diantaranya bandara dan pelabuhan yang ada di seluruh Maluku,” kata Habiba Pelu.


    TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Terkait dengan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada hari Minggu, 28 Maret 2021. Tiga Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku yang terdiri dari Muslimat NU, Fatayat dan Kopri PMII Cabang Kota Ambon mengutuk keras aksi tersebut.

     

    Hal ini di sampaikan oleh ketiga badan otonom Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku, salah satu diantaranya adalah Ketua Wilayah Fatayat NU Maluku  Habiba Pelu, S.Pi, M.Si, kepada awak media pada, Senin (29/3/2021), setelah merayakan hari lahir Muslimat NU ke 75, di Manise Hotel Kota Ambon.


     

    Menurut Habiba Pelu, perbuatan yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin merusak tatanan kehidupan antar agama dan umat beragama di Indonesia ini sangat tidak Manusiawi.

     

    Oleh karena itu Fatayat NU Provinsi Maluku, mengutuk keras perilaku dari orang orang seperti ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dia (Habiba Pelu-red), yang di dampingi oleh Sekretarisnya Hilda Rorobessy,SE,  menghimbau kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Maluku agar tidak terprovokasi oleh orang orang seperti ini.


    “Kita tetap menjaga hubungan persaudaraan sesama orang Basudara antar agama dan umat beragama di Bumi Negeri para Raja yang kita cintai ini,” ujar Pelu.

     

    Habiba Pelu selain Ketua Fatayat NU Maluku, dia juga mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku 2 Periode , Srikandi PKB ini kemudian berpesan kepada semua stockholder yang ada di provinsi Maluku khususnya aparat keamanan TNI-Polri di daerah ini, untuk tetap menjaga, memelihara, merawat hubungan silaturahmi yang ada.

     

    “Diharapkan kepada TNI-Polri untuk selalu melakukan pengamanan dan pengawasan yang ketat di jalur pintu masuk ke Maluku diantaranya bandara dan pelabuhan yang ada di seluruh Maluku,” kata Habiba Pelu.

     

    Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Kopri PMII Cabang Kota Ambon, Bahta bahwa Kopri PMII Maluku khususnya Kopri PMII Cabang Kota Ambon, mengutuk keras perbuatan biadab orang orang seperti itu, dan orang orang seperti ini harus di basmi sisa-sisanya dari muka bumi terutama di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

      

    Selain Ketua Fatayat NU Maluku dan Sekretaris Kopri PMII Cabang Kota Ambon, Ketua Muslimat NU Provinsi Maluku Dra, Hj. Uri. Ld. Malimpo, menyatakan bahwa Muslimat NU Maluku mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab yang melakukan bom bunuh diri yang terjadi di gereja katedral Makassar Sulawesi Selatan pada Minggu, 28 Maret kemarin.

     

    Malimpo mempertegas bahwa bentukan dari perbuatan seperti ini adalah orang orang yang diduga merusak tatanan kehidupan beragama di Indonesia dan dihimbau kepada pihak yang berwajib untuk menumpas habis sisa dari orang orang seperti ini.

     

    “Insya Allah harapan dari Muslimat NU Maluku kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan pihak keamanan TNI-Polri, untuk ketat melakukan pengamanan di seluruh jalur pintu masuk ke Maluku dan selalu melakukan pengamanan ketat di Bumi Tanah Para Raja ini,” tutup Hj. Uri. Ld. Malimpo.*

     

    Laporan : Ajid Tomagola

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan