“Diharapkan kepada TNI-Polri untuk selalu melakukan pengamanan dan pengawasan yang ketat di jalur pintu masuk ke Maluku diantaranya bandara dan pelabuhan yang ada di seluruh Maluku,” kata Habiba Pelu.
TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Terkait dengan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada hari Minggu, 28 Maret 2021. Tiga Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku yang terdiri dari Muslimat NU, Fatayat dan Kopri PMII Cabang Kota Ambon mengutuk keras aksi tersebut.
Hal ini di sampaikan oleh ketiga badan otonom Nahdlatul
Ulama Provinsi Maluku, salah satu diantaranya adalah Ketua Wilayah Fatayat NU
Maluku Habiba Pelu, S.Pi, M.Si, kepada
awak media pada, Senin (29/3/2021), setelah merayakan hari lahir Muslimat NU ke
75, di Manise Hotel Kota Ambon.
Menurut Habiba Pelu, perbuatan yang dilakukan oleh orang
orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin merusak tatanan kehidupan antar agama
dan umat beragama di Indonesia ini sangat tidak Manusiawi.
Oleh karena itu Fatayat NU Provinsi Maluku, mengutuk keras
perilaku dari orang orang seperti ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
dia (Habiba Pelu-red), yang di dampingi oleh Sekretarisnya Hilda
Rorobessy,SE, menghimbau kepada
Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi
Maluku agar tidak terprovokasi oleh orang orang seperti ini.
“Kita tetap menjaga hubungan persaudaraan sesama orang
Basudara antar agama dan umat beragama di Bumi Negeri para Raja yang kita
cintai ini,” ujar Pelu.
Habiba Pelu selain Ketua Fatayat NU Maluku, dia juga
mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku 2 Periode , Srikandi PKB ini kemudian berpesan
kepada semua stockholder yang ada di provinsi Maluku khususnya aparat keamanan
TNI-Polri di daerah ini, untuk tetap menjaga, memelihara, merawat hubungan silaturahmi
yang ada.
“Diharapkan kepada TNI-Polri untuk selalu melakukan
pengamanan dan pengawasan yang ketat di jalur pintu masuk ke Maluku diantaranya
bandara dan pelabuhan yang ada di seluruh Maluku,” kata Habiba Pelu.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Kopri PMII Cabang
Kota Ambon, Bahta bahwa Kopri PMII Maluku khususnya Kopri PMII Cabang Kota
Ambon, mengutuk keras perbuatan biadab orang orang seperti itu, dan orang orang
seperti ini harus di basmi sisa-sisanya dari muka bumi terutama di Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Selain Ketua Fatayat NU Maluku dan Sekretaris Kopri PMII
Cabang Kota Ambon, Ketua Muslimat NU Provinsi Maluku Dra, Hj. Uri. Ld. Malimpo,
menyatakan bahwa Muslimat NU Maluku mengutuk keras perbuatan yang dilakukan
oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab yang melakukan bom bunuh diri
yang terjadi di gereja katedral Makassar Sulawesi Selatan pada Minggu, 28 Maret
kemarin.
Malimpo mempertegas bahwa bentukan dari perbuatan seperti
ini adalah orang orang yang diduga merusak tatanan kehidupan beragama di
Indonesia dan dihimbau kepada pihak yang berwajib untuk menumpas habis sisa
dari orang orang seperti ini.
“Insya Allah harapan dari Muslimat NU Maluku kepada
Pemerintah Provinsi Maluku dan pihak keamanan TNI-Polri, untuk ketat melakukan
pengamanan di seluruh jalur pintu masuk ke Maluku dan selalu melakukan
pengamanan ketat di Bumi Tanah Para Raja ini,” tutup Hj. Uri. Ld. Malimpo.*
Laporan : Ajid Tomagola


