TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Bangunan Balai Pertemuan juga difungsikan untuk Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) merangkap Balai Pertemuan Desa Panton Bayam Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya dibangun tahun 2017 sumber Dana Desa (DD) terawat dengan baik.
Hasil pantauan langsung media Tribuananews.com dilokasi bangunan tersebut dilokasi Masjid Dusun Agui Desa Panton Bayam terlihat masih sangat rapi dan bersih.
Menurut Zainuddin salah seorang Aktivis Pemerhati Pemerintahan dan Kebijakan Publik saat berada dilokasi bangunan tersebut mengatakan bangunan TPA sekaligus digunakan untuk Balai Pertemuan tersebut Multi Fungsi.
"Ini namanya efesiensi Anggaran dan inisiatif ide yang cerdas dilakukan oleh Pemdes dan masyarakat Desa Panton Bayam dalam merealisasi anggaran untuk Pembangunan, karena Desa Panton Bayam berstatus Desa Tertinggal berlokasi dipedalaman Kabupaten Nagan Raya", sebut Zainuddin.
Hasil tinjauan dan survey yang berhasil dilakukan, katanya Desa Panton Bayam benar-benar butuh perhatian khusus untuk didampingi agar mampu keluar dari ketertinggalannya.
"Saya menilai, yang paling utama terlebih dahulu dibenah di Desa Panton Bayam adalah pola fikir dan pemahaman bagi warga masyarakat terhadap konsep pembangunan guna mendukung Pemdes dalam melaksanakan pembangunan Desa", ujarnya.
Di Desa Non-Tertinggal, tambahnya terkadang bangunan setelah dibangun tidak terawat dengan baik sehingga baru setahun selesai dibangun sudah sembraut bahkan terkesan rusak.
Ketua Tuha Peut Desa Panton Bayam Banta Puteh menilai, efesiensi anggaran itu penting dilakukan mengingat masih banyak pembangunan yang harus dibangun di Desa Panton Bayam.
"Saya berharap dukungan dan kerja sama yang baik seluruh elemen masyarakat penting guna membangun Desa kita lebih baik kedepannya. Mari saling buka diri dan bersatu wujudkan Desa Panton Bay am yang lebih baik ke masa akan datang", harap Banta Puteh.
Benar, kata Banta Puteh bangunan TPA/Balai Serba guna tersebut Multi Fungsi, selain tempat anak-anak Desa belajar mengaji, juga dapat digunakan untuk bermusyawarah dan juga kegiatan bersama ibu-ibu.
Editor : Syahrudin AP

