• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Rencana Tambang Pasir di Tripa, Camat Merasa Kecewa Terhadap Para Keuchik  di Tripa Makmur

    23/02/21, 22:49 WIB Last Updated 2021-02-23T16:01:34Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Rajab Sumitro, SH (photo) Camat Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Rajab Sumitro, SH Camat Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya merasa kecewa terhadap para Keuchik yang ikut tanda tangan penolakan rencana penggalian pasir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tripa oleh investor luar PT Indonesia Huahiu Internasiaonal (IHI) group.


    Rasa kekecewaan tersebut diungkapkan Camat Rajab Sumitro, SH karena para Keuchik di Tripa Makmur tidak berfikir Ilmiah dalam mengambil keputusan, terapitetkesan ikut-ikutan.


    Memurut Rajab Sumitro lewat Telepon selulernya kepada media Tribuananews.com, para Keuchik di Tripa Makmur tampa mengkaji jauh kedepan untung ruginya bila pasir yang ada didalam Aliran Sungai Tripa tersebut diambil, baik itu secara logika maupun secara ilmiah, didaerah lain susah mencari investor, kenapa di Tripa belum apa ' apa langsung menolak.


    "Penolakan rencana tambang galian pasir tersebut ditanda tangani dalam sebuah acara pertemuan yang menamakan dirinya Gerakan Peduli Masyarakat Tripa (GEMPITA) bertempat di Sekolah SMAN 3 Desa Lueng Keubeu Jagat (LKJ). Saya turut diundang tapi tidak datang, ķarena lembaga tersebut belum pernah ada sebelumnya", ujar Rajab Sumitro, Selasa (23)2).


    Undangan tersebut, sambungnya yang tanda tangan Joni, S. Pd (Ketua) dan Indra Amryani S.AN (Sekretaris), ini lembaga lahir setelah adanya isu rencana galian pasir di aliran Sungai Tripa, karena lembaga tersebut tidak terdaftar di Kesbangpollinmas Kabupaten Nagan Raya. Ini lembaga dadakan, makanya dirinya tidak datang dalam acara tersebut.

    "Menerima atau menolak, itu bagian dari opini pablik sudut pandang berbeda serta ranpa abalisys yang sistematis akan dampak, namun yang sangat disayangkan para Keuchik bisa - bisanya ikut - ikutan menolak tampa berkoordinasi dengan jajaran Muspika dan Dinas Kebersihan Lingkunga Hidup (DKLH) Kabupaten Nagan Raya", katanya.


    Disamping itu, lanjutnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak - pihak independen yang punya legalitas dan memahami pokok persoalan rerkait isu - isu yang berkembang tentang galian tambang pasir di aliran Sungai Tripa ini.


    "Itu kan baru rencana, mengapa terlalu dibesar - besarkan? Sehingga ada tokoh berkelas pun ikut satroni menolak hal teesebut", pungkasnya yang akrab disapa Cek Jab.


    Ditempat terpisah, Muhammad Jacky selaku Ketua Forum Keuchik se-Tripa Makmur kepada medìa Tribuanamews.com membenarkan bahwa acara penolakan atas kehadiran PT IHI  group, rapat yang diprakarsai oleh Tokoh - tokoh Muda Tripa pada Minggu (20/2) di Komplek SMAN 3  mengakui para Keuchik telah menanda tangani kesepakatan menolak.


    "Namun hal ini kan tahapan sebuah rencana, seandainya nanti pihak investor bisa membawa efek positif untuk Tripa Makmur pada umum dalam pengambilan pasir disepanjang Sungai Tripa kita juga bisa buat komitmen bersama - sama Tokoh Masyarakat dan masyarakat pribumi", jelas M. Jacky.


    Inikan belum ada apa - apanya, tambah M. Jacky cuma sebatas rencana, lagi pula sudah sepakat menolak secara bersama - sama, bukan ada unsur kepentingan, namanya juga investor jadi harus masyarakat dulu diuntungkan baik sisi abrasi Sungainya.


    Seandainya jadi dilaksanakan kegiatan galian pasir tersebut,  dampak yanv ditimbulkan dari galian pasir tersebut agar nantinya tidak saling menyalahkan antara masyarakat dengan Keuchik serta dianggap punya kepentingan - kepentingan dalam hal tersebut.


    "Kalau saya pribadi gak ada masalah, tapi benar kata Camat  perlu dikaji dulu secara ilmiah tentang dampak negatif seandainya PT IHI group berhasil disepakati untuk operasional tambang pasir, sebaiknya buat perjanjian dulu antara pihak investor dan masyarakat baru kami yakin terhadap rencana untuk mengambil pasir di aliran Sungai Tripa",  terangnya.*



    Laporan   : Sofyan


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan