TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Pj. Keuchik Desa Padang Panyang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya Usman Razali diduga menebar kebohongan publik di media online Acehinspirasi.com yang ditulis oleh wartawannya Ainon dan Dani pada (24/2/21) lalu terkait bantahan dugaan penggelapan gaji guru TPA Inti, Tuha Peut, dan Petugas Tahyid Mayat Desa tersebut.
Pasalnya, pengakuan dari Aja Nurmina dan rekan-rekannya yang datang ke rumah Keuchik Usman Razali alias Keuchik Gam mempertanyakan sisa gaji mereka terhitung Oktober-Desember diakui sendiri oleh Pj. Keuchik dan akan dibayar pada hari Senin, tanggal 01 Maret 2021, (bukti akurat).
Menurut Tokoh Masyarakat Kuala Pesisir Ibnu Sinar, Pj. Keuchik Usman Razali diduga telah menebar kebohongan publik melalui media online Acehinspirasi.com dengan mengaku telah membayar gaji Aja Nurmina dan rekan-rekannya secara penuh. Bahkan meminta Aja Nurmina untuk buat surat pernyataan kalau gaji belum dibayar.
"Saya rasa Nagan Raya ini bakal akan jadi Kabupaten paling terpuruk di Provinsi Aceh jika Bupati mengangkat Pj. Keuchik model-model begini. Sudah diduga berbuat salah tetapi masih mempertahankan egonya dipublik disinyalir dengan sengaja menyampaikan kebohongan publik", ujar Ibnu Sinar.
Ibnu Sinar mengatakan, tidak mungkin seorang pemimpin seperti Abdul Hamid dengan berani menyampaikan informasi atau tuduhan terkesan mengada-ada kepada publik. Seorang pemimpin sejati tetap menyampaikan kebenaran meskipun itu bertentangan dengan penguasa.
"Saya sangat yakin apa yang disampaikan Abdul Hamid selaku Tokoh dan pemimpin yang layak dijadikan panutan di Desa Padang Panyang adalah benar dan sesuai kenyataan dilapangan. Orang tua tersebut bukan tipikal atau tipe pembohong", sebutnya.
Sebaliknya, sambung Ibnu Sinar Keuchik Gam diduga dengan sengaja menebar kebohongan kepada publik melalui salah satu media online dengan mengaku telah membayar semua gaji guru TPA inti dan Tuha Peut.
"Kami punya bukti-bukti pengakuan Pj. Keuchik Usman Razali akan membayar sisa gaji Aja Nurmina dan rekan-rekannya selaku guru TPA Inti hari Senin (1/3/21). Bahkan Keuchik Gam diduga melarang Aja Nurmina dan rekan-rekannya bicara kepada pihak media (Wartawan)", ungkapnya.
Ibnu Sinar juga menyesalkan cara kerja liputan Ainon dan Dani selaku wartawan Acehinspirasi.com hanya menerima sumber sepihak dari Keuchik Gam, seharusnya mereka (wartawan) Acehinspirasi.com lakukan konfirmasi dengan warga sumber terkait disebut Keuchik Gam agar berìtanya seimbang.
"Bukti tidak profesional cara kerja liputan Ainon dan Dani selaku wartawan dibuktikan hingga hari ini belum lakukan konfirmasi kepada sumber warga seperti Guru TPA dan Tuha Peut Desa Padang Panyang. Sebagai hak tanggapan atas pernyataan Keuchik Gam diduga membohongi publik", paparnya.
Ditempat terpisah awak media Tribuananews.com menghubungi Direktur Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin meminta pandangannya terkait penyataan dugaan menebar kebohongan di publik oleh Keuchik Gam melalui pemberitaan media online Acehinspirasi yang ditulis oleh wartawan Ainon dan Dani menilai Pj. Keuchik Usman Razali terkesan panik atas pemberitaan terhadap dirinya.
"Sehingga ada indikasi untuk menutup-nutupinya perbuatannya dengan memberitakan juga melalui media, tetapi wartawan yang menulis pernyataan Keuchik Gam untuk menutupi dugaan kesalahannya diduga sama dengan Keuchik Gam tidak memahami kode etik dan Ke-ilmuan bidang jurnalistik", nilai Nasruddin
Ada pernyataan, lanjutnya Keuchik Gam mengatakan pihak oknum wartawan media Tribuananews.com memberitakan tidak seimbang, sementara hasil penjelasan konfirmasi Keuchik Gam ada dalam pemberitaan tersebut meskipun tidak panjang lebar, itu ucapan siapa?
"Menurut saya memberi konfirmasi tidak mesti harus bertemu dengan keduanya, yang penting isi konfirmasi sesuai dengan yang termuat dalam berita, alasan menunjukkan bukti kepada wartawan , wartawan bukan tim hukum yang harus ditunjukkan bukti dan alat bukti, kecuali wartawan membutuhkannya", terangnya.
Jika mau kenal legalitas wartawan itu terdaftar dimedia tersebut gampang saja, cukup buka Box Redaksinya, adakah tertera namanya atau tidak, alasan-alasan tidak masuk akal untuk menutupi dugaan kesalahannya, bahkan ada informasi Keuchik Gam diduga mengatakan wartawan Tribuananews.com yang konfirmasi dirinya via telepon seluler gadungan, karena menolak bertemu.
"Saya menduga wartawan Acehinspìrasi.com Ainon dan Dani diduga ada sentimen pribadi terhadap media Tribuananews.com, pasalnya kenapa Ainon dan Dani tidak lakukan konfirmasi terhadap pihak Tribuananews terkait tudingan Keuchik Gam? Ini harus diperhatikan sebenarnya oleh wartawan dalam menulis", tegasnya.
Sekedar masukan, harap Nasruddin seorang wartawan harus peka dan teliti dalam menganalisa sebuah rilis dan pernyataan narasumbernya, jika dalam pernyataan mengandung unsur menyerang orang lain, kelompok, instansi, dan lainnya maka wajib konfirmasi kepada yang diserang.
"Semua itu tujuannya agar adanya keseimbangan dalam penyampaian dan penyajian informasi kepada publik. Saya sarankan kepada pihak Redaksi media Acehinspirasi.com agar mengevaluasi oknum wartawannya seperti Ainon dan Dani dalam meliput pemberitaan, dikhawatirkan akan merusak citra perusahaan media saudara, maaf itu hanya sekedar masukan dari saya", pinta Nasruddin.
Wartawan media Tribuananews.com berusaha menghubungi Usman Razali alias Keuchik Gam melalui telepon selulernya, tetapi tidak diangkat dan sekali diluar jangkauan. Ada bukti telah dikonfirmasi tetapi tidak terhubung diawak media ini.
Jangan nanti diklaim lagi oleh Usman Razali alias Keuchik Gam tidak konfirnasi kepadanya, sehingga menhklaim pemberitaan tidak seimbang.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media ini belum mendapatkan penjelasan dari wartawan Ainon dan Dani terkait praduga terhadapnya, tetapi media Tribuananews.com masih memberikan hak klarifikasi kepada mereka.*
Laporan : Ediwan Kunaidi
Editor : Syahrudin AP

