• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Nyawa Seorang Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pattimura Melayang, Diduga Menjadi Korban Penganiayaan

    12/02/21, 14:56 WIB Last Updated 2021-02-12T07:56:34Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Polisi tangkap terduga pelaku.


    TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Sekelompok pemuda di Desa Poka kecamatan Teluk Ambon didugan melakukan kekerasan yang mengakibatkan kematian seorang Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pattimura berinisial HS pada Kamis 11 Februari 2021, sekitar jam 04 pagi di atas jembatan merah putih atau biasa disebut JMP.


    Hal ini di sampaikan oleh keluarga korban Gani Suat, S.Pd, M.Pd, kepada awak media Tribuananews, setelah pemakaman di kediaman Korban pada Kamis, 11 Februari 2021.


    Gani Suat adalah salah satu dari keluarga korban meminta dan mendesak kepada semua pihak terutama pihak kepolisian sektor Teluk Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease serta Polda Maluku untuk dapat menangkap para pelaku yang melakukan penganiayaan dan penikaman terhadap anak kami Husen Suat.


    "Walaupun sudah ada penangkapan terhadap 9 orang yang diduga melakukan tindakan tercela dan tidak berprikemanusiaan itu, yang sementara diperiksa oleh pihak kepolisian di Polsek teluk Ambon untuk dimintai keterangan," kata Gani Suat.


    Dia juga (Gani Suat,red), menambahkan bahwa kami dari pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama pihak kepolisian dengan tegas, cepat untuk dan menangkap 9 orang yang diduga melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan itu.


    "Jika nanti dari 9 orang yang sementara diperiksa itu, jika terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan kematian terhadap anak kami Husen Suat (Almarhum), maka 1x 24 jam telah terbukti, maka pihak kepolisian segera menyampaikan kepada kami keluarga, itulah harapan kami," tegas Gani Suat.


    Kemudian Ia juga menyampaikan bahwa sekitar Durian pata, LIPI, arah ke Bandara Internasional Pattimura Ambon dan Jembatan Merah Putih itu harus selalu ada pengawasan setiap saat oleh pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian dan dibantu oleh pihak TNI, karena selama ini, diatas JMP itu diduga ada sekelompok pemuda yang suka meminta uang dengan cara kekerasan.


    Karena pada daerah tersebut adalah Universitas Pattimura Ambon dimana banyaknya Mahasiswa/i, yang dalam urusan perkuliahan dapat menghambat proses belajar dan para pengajar (Dosen) pun terganggu.


    Selain itu juga tranportasi dari beberapa kecamatan seperti kecamatan Leihitu Barat, kecamatan Leihitu, kecamatan teluk Ambon, kecamatan Baguala dan kecamatan Salahutu selalu melewati jembatan merah putih.


    "Kita sangat membutuhkan keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas, melewati jembatan merah putih menuju kecamatan kecamatan tersebut di atas," ujarnya.


    Gani Suat menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas kehadiran saat pemakaman Almarhum (Husen Suat) yang Rektor Universitas Pattimura :Prof.DR.M.S, Saptenu, SH, MH , Para Dosen, pihak kepolisian, teman teman Mahasiswa/i dan Masyarakat disekitar kompleks Almarhum serta keluarga besar kedua orang tua Almarhum.


    "Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan Tempat yang selalu disisinya dan Husnul khatimah," tutupnya.*


    Laporan : Ajid Tomagola

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan