• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gas Bersubsidi 3 kg Diduga Tidak Tepat Sasaran di Darul Makmur

    22/02/21, 19:01 WIB Last Updated 2021-02-22T12:01:36Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Maulana (photo) Tokoh Darul Mskmur Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Kuota pembagian Gas bersubsidi  3 kilogram (Kg) bagi keluarga miskin untuk wilayah Kecamatan Darul Makmur susah didapati disebabkan sejumlah penguna kaffe dan warung juga ikut memggunakan gas tersebut.


    Hal tersebut diungkapkan Maulana salah satu Tokoh Muda Alue Bilie kepada media Tribuananews.com disebabkan keluhan masyarakat keluarga miskin, Senin (22/2)


    "Menyangkut langkanya gas 3 kg bagi warga miskin diseluruh polosok Desa di Kecamatan Darul Makmur ini disebabkan penggunanya bukan lagi warga miskin saja, tetapi melainkan pemilik warung dan pemilik  caffe yang berada dilintas jalan lintas Nasional Tapak Tuan - Meulaboh khususnya dikawasan Alue Bilie dan sekitarnya", ujar Maulana.


    Lebih lanjut Maulana meminta kepada pihak Distributor gas 3 kg agar menggawasi penyalurannya sesuai Regulasi yang telah ditentukan oleh pihak Pertamina Cabang Barat - Selatan yang berpusat di Meulaboh Aceh Barat. Dalam hal ini juga diminta kepada penegak hukum dan anggota DPRK Nagan Raya khususnya Dapil 2 Darul Makmur Raya untuk bisa mdlakukan pengawasan penyaluran dan para pengguna gas 3 kg untuk yang bukan haknya.


    "Mengapa bisa langka untuk warga miskin? Karena gas 3 kg tersebut dijual oleh pengecer untuk pengguna warung dan Caffe dengan harga berkisar Rp 25.000.00 - Rp 35.000.00/tabung, sedangkan Harga Ecer Tertinggi (HET) telah ditentukan warga miskin cuma Rp 18.000.00", jelasnya melalui pers rilisnya.

    Inilah  alasannya, sambung Maulana yang membuat gas berukuran 3 kg untuk warga miskin susah didapati oleh warga miskin di Darul Makmur, alasannyamenurut amatan dilapangan karena kurangnya pengawasan oleh pihak pemerintah.


    "Kalau diminta pembuktian mudah saja, anggota DPR atau instansi pengawasan lainnya datangi aja dimana pangkalan saat gas masuk dariDistributor, biasanya warga sudah menunggu", sebutnya.


    Nantinya akan terjawab berapa kuota yang didapatkan oleh warga yang benar - benar miskin dan berapa kuota yang diasingkan untuk dijual harga lebih tinggi dari batas harga yang sudah ditentukan oleh Pertamina.


    "Saya sendiri sering beli gas berukuran 3 kg sebesar Rp 25.000.00/tabung isi ulang, berarti hal ini sudah menjadi rahasia umum di Darul Makmur",  tegas maulana.*



    Laporan   : Sofyan

    Editor       : Syahrudin AP

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan