• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Tak Becus Pimpin RS, YARA minta Bupati Copot Direktur RSUD SIM

    05/02/21, 17:19 WIB Last Updated 2021-02-05T10:19:12Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Muhammsd Zubir, SH (photo), Kepala Perwakilan YARA Kabupaten Nagan Raya


    TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, hingga Februari 2021 diduga tertunggak hutang capai Rp. 18 miliar.

    Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH meminta Bupati Copot Direktur Rumah Sakit.

    "Kami minta kepada Bupati Nagan Raya untuk mengganti Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Sultan Iskandar Muda (RSUD-SIM), karena tidak mampu memimpin Rumah Sakit tersebut", ujar Muhammad Zubir melalui rilisnya, Jum'at (5/2).

    Ini sangat merugikan daerah, yaitu Kabupaten Nagan Raya yang mana Pemerintah sedang berjuang untuk terus mempertahankan WTP dari BPK RI. 

    "Jangan berdalih karena Covid-19, karena sangat banyak uang daerah yang diplotkan untuk penanganan Covid-19 tersebut. Selama ini banyak masalah di Rumah Sakit tersebut, namun Direktur Rumah Sakitnya masih luput dari Resufhlle kabinet Pemerintahan Nagan Raya", tegasnya kepada media Tribuananews.com.

    Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, agar sesegera mungkin melakukan Pantauan Khusus (Pansus) terhadap bobroknya tata kelola manajemen RSUD-SIM tersebut.

    "Kita berharap Bupati turun tangan untuk mengevaluasi dan merubah manajemen RSUD-SIM Nagan Raya, agar kedepannya manajemen Rumah Sakit (RS) ada perubahan untuk melayani masyarakat dengan baik", harapnya.

    Jika Direktur berdalih tidak ada pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum itu sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Nagan Raya yang saban hari terlihat memenuhi setiap praktek-praktek klinik yang ada di Nagan Raya, kenapa masyarakat enggan berobat ke Rumah Sakit Umum? Ada apa ini?*



    Editor     : Syahrudin AP
    Sumber  : YARA 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan