• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Soal Klaim Sepihak China Atas Laut Natuna Utara, Amerika Serikat dan Inggris Turut Campur, Indonesia Bersiaga !

    30/01/21, 03:27 WIB Last Updated 2021-01-29T20:27:28Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Ilustrasi perang di laut

    TRIBUANANEWS.COM | Jakarta - China yang membuat klaim sepihak terhadap laut Cina Selatan berdasarkan sembilan garis putus-putus atau nine dash line yang koordinatnya tidak pernah diketahui, sehingga menyebabkan Amerika Serikat dan Inggris turut campur.


    Jika perseteruan antara China, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya perihal laut Natuna Utara tak kunjung usai, bukan tidak mungkin hal ini akan memicu potensi terjadinya perang terbuka.


    Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Syarief Hasan. Dia mengingatkan agar pemerintah Indonesia tingkatkan kewaspadaan dan terus bersiaga di wilayah perairan laut Natuna Utara.


    Pasalnya, hingga detik ini, polemik di laut Natuna Utara masih diperseterukan oleh China, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya termasuk Inggris.


    "Jika perseteruan antara China, Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara lainnya perihal laut Natuna Utara tak kunjung usai, bukan tidak mungkin hal tersebut akan memicu potensi terjadinya perang terbuka," kata Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, seperti dilansir dari pikiran-rakyat.com.


    Oleh karena sengketa itu, lanjut Syarief, pemerintah Indonesia didesak untuk terus melakukan penjagaan di laut Natuna Utara. 


    Menurut Syarief, keamanan di laut Natuna Utara sangatlah urgen meski wilayah tersebut adalah wilayah terluar Indonesia.


    "Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk wilayah terluar di perairan Natuna Utara dalam kondisi aman," ujarnya, Kamis (28/1) di Jakarta.


    "Kondisi ini akan berpotensi menjadi perang terbuka yang berakibat fatal," kata Syarief.


    Dia mendorong pemimpin di Asia Tenggara untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan laut Natuna Utara dengan Indonesia mengambil peran sebagai 'pemimpin'.


    Selain itu, Syarief turut mendukung agar ASEAN mengedepankan pendekatan diplomasi dengan semangat million friends and zero enemy, Indonesia harus hadir dalam komunitas ASEAN untuk menjadi motor penggerak proses diplomasi dalam penyelesaian masalah di laut Natuna Utara.* (Red/HN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan