• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ngeri !!! Jembatan Gantung Dusun Kumba Ini Mengancam Keselamatan Orang Yang Melintas, Begini Kondisinya...

    17/01/21, 20:15 WIB Last Updated 2021-01-17T13:24:55Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    Foto : Penampakan jembatan gantung Dusun Kumba, Tolitoli

    TRIBUANANEWS.COM | Tolitoli - Hujan deras yang melanda beberapa pekan lalu mengakibatkan jembatan gantung yang ada di Dusun Kumba Desa Lampasio, kecamatan Lampasio kondisinya memprihatinkan hingga membuat kawatir warga yang melintasi jembatan gantung tersebut.

    pantauan Tribuananews pada, Sabtu (16/1/2021) sejumlah sambungan lantai papan dan gelagar jembatan itu rusak dan menganga dikarenakan baut sudah banyak yang copot.

    Warga setempat, Alang (38) mengatakan bila melewati jembatan ini harus berhati-hati agar tidak terperosok kedalam lubang. 

    "Selain sebagai jembatan penghubung antar Desa, ini juga akses satu-satunya bagi warga untuk mengangkut hasil perkebunan," ujarnya.

    Ia berharap jembatan gantung tersebut agar secepatnya ada perbaikan. 

    Sementara Pj Kades Lampasio Ahmad Dj. Tari mengungkapkan jembatan gantung Dusun Kumba sejak dibangun 2010 dari dinas transmigrasi sudah pernah direhab lantainya. Pasca banjir besar tanggal 16 oktober 2020 lalu hampir membuat jembatan tersebut putus.

    "Kondisi pondasi di bawah sudah terkeruk oleh air sungai,sehingga posisi jembatannya miring serta tali labrang pun harus digantikan. Olehnya harus rehab total, posisi jembatan diluruskan kembali dengan menambah tiang pancang," terangnya.

    Dari pihak BPBD Kabupaten Tolitoli telah memberikan bantuannya senilai 10 juta untuk rehab jembatan itu dengan menunjuk langsung seorang warga untuk pembelian bahan yang diperlukan, namun hingga saat ini pelaporan bahan untuk gelagar masih kurang sekitar satu kubik, tambahnya.

    "Sebenarnya kemarin bantuan dari BPBD kalau di musyawarakan dahulu apanya yang kurang, mana yang skala prioritas diganti pasti tidak ada hambatan.Ini anggaran telah habis baru dilaporkan ke saya," ujar Ahmad.

    Untuk itu kami masih menunggu kayu gelagarnya, jika sudah mencukupi yang dibutuhkan segera dikoordinasikan dengan kadusnya agar warga dapat memperbaiki secara swadaya.*

    Laporan  : Agus
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan