masukkan iklan disini
![]() |
| Ketua LPPM Untad Dr. Ir. M. Rusydi H, M,Si |
TRIBUANANEWS.COM | Palu - Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako terus berupaya memperbaiki dan memperkuat sisi kelembagaan, serta upaya kerjasama dengan pemerintah daerah.
"Kini di LPPM Untad sudah memiliki 5 pusat layanan dan pengembangan (pusbang) diantaranya pusat penelitian dan kerjasama, pusat pengembangan pengabdian dan KKN, pusat inovasi dan HKI, pusat diseminasi dan sistem informasi serta halal center," ucap ketua LPPM Untad Dr. Ir. M. Rusydi H, M,Si, diruang kerjanya sabtu, (30/1/2021).
M. Rusydi mengatakan pembuatan sistem informasi disini dengan nama sipena mas (sistim informasi penelitian dan pengabdian masyarakat) sehingga semua penelitian dan pengabdian masyarakat itu sekarang sudah berpusat datanya disini. Jadi yang dulunya ada di fakultas-fakultas, dengan adanya sistem yang kita bangun itu bukan lagi ke fakultas, Kalau penelitian mahasiswa tetap di fakultas, sementara untuk penelitian dosen berada di LPPM.
Adapun penelitian yang dibangun disini, ada penelitian kerjasama dan ada penilitian yang didanai Universitas serta penilitian yang di danai oleh Direktorat Riset dan penelitian pengabdian masyarakat(DRPM) dari Jakarta.
"Yang coba kita bangun kedepan disini adalah bagaimana menjalin kerjasama dengan pemda, instansi dari pusat, melalui mitra lainya serta NGO, yang semua itu dimulai dengan MOU yang dilakukan melalui pembantu rektor," terangnya.
Dikatakannya lagi, dengan adanya sistim informasi penilitian dan pengabdian (si pena mas) yang telah dibangun itu teman-teman merasa senang, kalau mereka melakukan pengabdian mereka pula sendiri yang memasukkan datanya kemudian sampai menprint sendiri sertifikatnya, jadi tidak perlu lagi kesini (LPPM).
"Kemarin dari sisi kerjasamanya, sudah melakukan Audience dengan Bupati Donggala, Bupati Parigi Moutong dan Bupati Sigi, dengan rencana selanjutnya akan melakukan audens pada semua Kabupaten di Sulteng, itu dalam rangka kerjasama untuk menyampaikan kepada pemda-pemda di sulteng, bahwa Tadulako potensinya seperti ini khususnya untuk penelitian dan pengabdian masyarakat," jelasnya.
Untuk diketahui jumlah dosen kita sudah mencapai 1.630 orang yang memiliki potensi besar, olehnya ini perlu disampaikan bahwa banyak sudah peneliti yang bergelar profesor, doktor tapi tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah.
"Selain itu yang kami lakukan kedepan termasuk potensi kuliah kerja nyatanya (KKN) karena ada sekitar 6.000 sampai 8.000 mahasiswa setiap tahun nah ini kalau diperdayakan oleh pemda akan menjadi potensi besar nantinya," ungkapnya.
Dia menambahkan selain kuliah kerja nyata (KKN) reguler yang 4 -5 kali dalam setahun, akan membuat 3 tambahan model, selain model reguler ada model KKN mitra yang bekerjasama dengan kita, seperti kemarin dari BPOM Palu meminta 30 orang mahasiswa KKN untuk dididik menjadi penyuluh selama satu bulan dengan manfaat yang cukup besar mereka dapatkan.
"Jadi KKN ini setelah diminta oleh mitra 'Pemda' kami mengirim dan yang dikerjakan adalah program pemerintah, bukan program yang dibangun dari sini. Selain itu ada KKN inisiatif, yakni mahasiswa yang KKN mulai dari melakukan program, mencari lokasi, sampai pendanaan dilakukan mahasiswa itu sendiri yang tinggal disiapkan adalah dosen pembimbing," tutupnya.*
Laporan : Agus

