Fhoto Dok: Pasar Rangge Sentap Tanpa Penghuni, Menelan Biaya Hampir 6 Miliar.
TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - Sejumlah pasar ikan milik pemerintah daerah kabupaten Ketapang dinilai mubajir, proyek dengan total anggaran sekitar Rp 13,3 Miliar hingga saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Hasil pantauan Tribuananews beberapa waktu lalu, pasar ikan yang dibangun dengan uang Rakyat tersebut di beberapa lokasi pembangunan proyek Pasar ikan, tak satupun yang berfungsi, Kamis (28/1/2021).
Seperti Pasar Ikan Kecamatan Sandai dengan menelan biaya 1.543.335.000 DAK Tahun 2019 Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian. Sampai saat ini tidak berfungsi, parahnya lagi lokasi yang dibangun hampir tiap tahunnya mengalami Banjir.
Hal yang sama juga tampak dengan bangunan pasar ikan ( Pasar Kiyai Bandar Laut ) Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan, dengan menelan biaya Empat miliar, pasar yang diresmikan pada tahun 2020 oleh Bupati Ketapang itu kini tampak sepi tanpa penghuni.
Tak terkecuali Pasar Ikan Kecamatan sungai melayu Rayak, yang ditunggu tunggu peresmiannya tetapi juga ditinggal oleh pedagang, proyek dengan nilai 1.831.439.000 DAK Bidang Sarana Perdagangan, pasar tersebut diresmikan pada tahun 2020 ini juga tak mampu menarik minat pedagang dan pembeli untuk bertransaksi ditempat tersebut.
Tak kalah menarik dengan pasar Rangge Sentap, dimana banyak pedagang gulung tikar karena sepi pembeli, dengan waktu bersamaan tahun 2019 pemerintah malah membangun dilokasi tersebut dengan nilai yang tidak sedikit, sedikitnya hampir Enam Miliar.
Satu diantara pedagang pasar Rangge sentap, Fatimah (26) dirinya menceritakan, sejak awal dibangun nya Penambahan lapak Baru ini tidak pernah ditempati para pedagang, bahkan bangunan yang lamapun sudah sepi ditinggalkan para pedagang.
"Sampai hari ini, bangunan baru ini tidak pernah ditempati, tidak ada pembelinya, wajar saja para pedagang tidak mau berjualan," ungkapnya Kepada Tribuananews beberapa waktu lalu.
" Kami pernah paksakan berjualan disini, hasilnya selalu merugi, sangat disayangkan bangunan semegah ini tidak ada manfaatnya," timpalnya.*
Laporan : Erwin




