• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dua Hari Dilakukan Pencarian, Parto Hutabarat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

    25/01/21, 14:39 WIB Last Updated 2021-01-25T07:39:56Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Tapanuli Utara - Penemuan mayat oleh penjala ikan di sungai aek situmandi tepat di dusun III desa siraja Hutagalung kecamatan siatas barita Tapanuli Utara (Taput) sempat membuat geger warga setempat. 

    Penjala ikan yang pertama kali menemukan mayat tersangkut di tumpukan pasir di tengah-tengah sungai yaitu Tumpal Tarihoran (46) warga Simorangkir kecamatan Siatas Barita Taput,  dengan kondisi terlentang dan telanjang bulat. 

    Kapolres taput AKBP Muhammad Saleh SIK. MM melalui kasubbag humas Aiptu W. Baringbing membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. 

    Mayat tersebut adalah Parto Hutabarat (22) warga Huta topi aek desa sosunggulon kecamatan tarutung taput.

    Sebelum di temukan oleh  penjala ikan minggu 24/1 pukul 10.30 wib, korban sudah dilaporkan oleh orang tua nya  Jonny Hutabarat hilang pada Jumat 22/1 pagi ke polsek sipoholon polres Taput.

    Namun dalam laporan orang tua korban, bahwa korban di duga hanyat ke sungai tepat di belakang rumah nya sendiri,  karena pakaian korban seluruhnya tinggal di pinggir sungai. 

    Setelah polsek sipoholon mendapat laporan tersebut, kapolsek Sipoholon AKP Kondar Simanjuntak SH dan anggota turun ke lokasi.

    Diduga kuat bahwa korban hanyut ke sungai, kapolsek bekerjasama dengan BPBD taput dan bersama warga melakukan pencarian di sungai. Hingga Sabtu malam dilakukan pencarian, korban belum di temukan. 

    Sekira pukul 10.30 wib, kita mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada mayat di temukan penjala ikan tersangkut di pasir di tengah2 sungai, sehingga kapolsek dan anggota segera menuju TKP dan ternyata mayat tersebut adalah korban Parto Hutabarat yang hilang Jumat kemarin. 

    "Setelah di TKP , team inafis polres Taput mengevakuai korban, namun orang tua korban meminta kepada petugas kita supaya tidak dilakukan autopsi, karena mereka percaya bahwa korban meninggal karena hanyut bukan karena adanya tindak pidana," jelasnya. 

    Orang tua korban kepada petugas kita menceritakan, bahwa korban selama ini mengalami penyakit Sawan sehingga percaya bahwa anak nya meninggal karena hanyut saat mau mandi pagi jumat pagi kemarin.

    "Mayat korban sudah kita serahkan kepada keluarganya untuk di kebumikan," tutup Kapolsek.*

    Laporan : Tongam Parapat
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan