TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Musyawarah Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku ke - V, telah berlangsung pada tanggal 9 Januari 2021, bersama 18 DPW PKB yang ada di seluruh Indonesia, sebagai mana dalam pidato Ketua Umum DPP PKB sekaligus membuka secara langsung Musyawarah Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa melalui Zoom Online (Virtual Zoom).
Hal ini di sampaikan oleh Ketua Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Maluku Basri Damis, SH, Kepada Awak Media disela sela selesai musyawarah, di hotel Swissbell, 10 Januari 2021.
Damis, menyatakan bahwa dengan kembali memimpin PKB Maluku 5 tahun kedepan ini merupakan tanggung jawab berat lagi.
"Dimana 3 periode yang telah selesai itu saya dan seluruh sahabat sahabat baik yang ada di kepengurusan wilayah PKB Maluku maupun 11 Kabupaten/Kota dengan usaha yang begitu maksimal melahirkan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten-Kota dan DPR RI dan untuk DPR RI, PKB Maluku melahirkan dua Srikandi yang lolos ke Senayan Jakarta, 1.Hj.Miranti Dewi," kata Basri Damis.
Ningsih, periode 2009-2014, terang Basri, yang sekarang Anggota DPD RI Wakil Maluku. Kemudian Hj. Rohani Vanath. Kedua Srikandi itu adalah istri dari kedua Mantan Bupati Maluku Tengah H. Abdullah Tuasikal, yang sekarang Anggota DPR RI dari fraksi Partai NasDem, Perwakilan Maluku, dan mantan Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath.
Dia menambahkan bahwa periode 2019-2024, partai yang dipimpinnya kali ini, tidak menghasilkan kursi PKB dari Maluku ke Senayan, ini merupakan suatu bahan referensi yang sangat dan berharga yang kemudian akan menjadi kajian strategis dan evaluasi kedepan.
Ditanya terkait dengan rekomendasi Partai Kebangkitan Bangsa Maluku, yang begitu banyak sekali, salah satu di antaranya adalah merekomendasikan Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden Republik Indonesia 2024 - 2029 dan beberapa lainnya, Ia menjawab, bahwa semua rekomendasi yang telah disidangkan oleh komisi komisi yang sudah di sampaikan dalam Paripurna ke -VI itu, akan tetap menerima akan tetapi ada yang menjadi perioritas dan yang lain tetap juga kami menyampaikan kepada DPP PKB di Jakarta.
Kemudian, kata Basri Damis, dari beberapa hal di atas terkait dengan rekomendasi itu, Insya Allah kami upayakan seperti memperjuangkan Blok Marsela dan LIN termasuk memperjuangkan Maluku sebagai Provinsi Kepulauan melalui DPP PKB, Insya Allah.
Ia juga menjelaskan bahwa di tahun 2021 ini adalah tahun konsolidasi, dimana dalam kepemimpinannya yang baru ini, akan melahirkan 30.000 kader partai Kebangkitan Bangsa pada 11 Kabupaten/ Kota di Provinsi Maluku, yang kemudian menjadi penguatan kelembagaan organisasi partai baik itu di tingkat Kota Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta Dusun.
Untuk itu, dengan berbagai pengalaman kepemimpinannya di PKB Maluku, Ia menyatakan bahwa kepengurusan yang ada ini tidak hanya sekedar sebagai pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa tapi harus menciptakan suasana kehidupan yang baru dan dapat menciptakan inovasi dan kreativitas yang sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat.
"Karena dengan berbagai inovasi yakin bahwa kedepan PKB Maluku dapat memenangkan berbagai pertandingan, seperti Pilkada serentak fase kedua dan legislatif serta Pilpres," tandasnya.
Basri Damis mengungkapkan, bersama sama dengan kepengurusan yang baru ini, Insyaallah akan berkerja keras sebagaimana yang di amanatkan DPP PKB kepada kita semua.
"Sebagai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas tugas partai, ini persoalan amanat, apalagi partai PKB adalah partai yang didirikan oleh para Ulama NU yang memiliki nama besar di Indonesia bahkan Internasional, sehingga kita harus dan wajib hukumnya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keulamaan dari para pendiri Partai Kebangkitan Bangsa," tutup Basri Damis.*
Laporan : Ajid Tomagola

