masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Simpang Kiri Pos Ramil Tenggulun Koramil 07/ Kejuruan Muda (Kjm) jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang Serka Harun antisipasi salah satu hama tanaman padi perani binaannya, takni bantu halau burung pipit.
Kegiatan tersebut salah satu wujud giat pembinaan teritorial (Binter) Anggota TNI manunggal membina rakyat disektor perranian guna menjaga hasil produktifitas gabah rakyat guna ketahanan serta swasembada pangan bertempat di lahan sawah Sukiem, Desa Simpang Kiri Jecamatan Tenggulun, (9/1).
"Meski postur tubuhnya kecil dan mungil. Burung pipit dikenal dengan burung Emprit ternyata cukup merepotkan para petani. Pasalnya jika menyerang tanaman padi yang mulai menguning bisa habis butiran padinya, akhirnya bisa gagal panen petani", ujar Serka Harun.
Hal ini sambungnya, karena cara hidup dan saat mencari makan burung satu ini secara bergerombol antara 10 hingga 30 ekor setiap rombongannya. Menyadari serangan ini, Babinsa Serka Harun bergantian membantu petani mengusir burung pipit dengan alat tradisional Kresek tarikan tali Rapiya.
"Hama burung pipit dan sejenisnya menyerang bulir tanaman padi, berbagai jenis hama burung ini merusak, menghisap, dan memakan biji bulir padi yang baru keluar nantinya akan menjadi gabah", katanya.
Biasanya hama burung ini berdatangan dari hutan pada pagi dan sore hari, saat ini petani harus intens melakukan pekerjaan mengusir hama burung.
"Hal ini dilakukan hingga memasuki masa panen, kalau tidak dijaga, tanaman akan rusak dan biji padi akan habis dihisap, sehingga tidak bisa lagi dipanen, “ucapnya.
Ia juga menambahkan untuk pengusiran burung penganggu tanaman padi bisa dilakukan dengan alat tradisional seperti membuat orang-orangan sawah, umbul-umbul, menggunakan kaleng bekas, memasang plastik kresek, dan lain-lain.
Lebih lanjut Serka Harun mengatakan, pemasangan alat tradisional pengusir burung dapat dilakukan dengan tujuan untuk menghalau burung agar tidak menyerang tanaman padi yang sudah mulai berisi benih.
"Cara ini merupakan salah satu upaya petani agar hasil tanaman padi tidak diganggu burung, sehingga hasil panen yang diperoleh petani dapat maksimal,”jelas Serka Harun.*
Editor : Syahrudin AP
Sumber : Pendim0117/ Atam

