masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Abrasi tebing Sungai Tamiang lokasi Desa Rantau Pakam Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang kian parah dan terus berlanjut, akibatnya warga masyarakat semakin panik karena rumahnya hampir jatuh ke Sungai pada Jum'at (1/1).
Pantauan langsung media Tribuananews.com ke lokasi abrasi tebing Sungai Tamiang di Dusun Alur Cempa Desa Rantau Pakam terlihat jelas resiko bencana yang akan berdampak kepada penduduk setempat jika tidak cepat ditanggulangi.
Ismail salah seorang warga Dusun Alur Cempa Desa Rantau Pakam mengatakan, kondisi ini kiat parah dan warga yang tinggal ditepi-tepi Sungai mulsi khawatir rumah-rumah mereka bakal jatuh ke Sungai.
"Rumah saya tinggal 3 meter lagi dengan Sungai, kalau dibiarkan terus menerus oleh pemerintah keadaan seperti ini, rumah kami sudah jatuh ke Sungai. Ditambah lagi bila musim hujan berlangsung terus menerus", ujar Ismail kepada media Tribuananews.com.
Ismail menambahkan, mulai dari proyek tanggul jajar hingga 250 meter kearah hilir sangat dibutuhkan penanggulangan secara mendadak tindakan dari pihak penerintah guna penyelamatan dan perlindungan bagi kami masyarakat.
"Kami meminta pihak pemerintah agar tidak meninjau proyek Otsus saja, tetapi tebing-tebing Sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tamiang kawasan Dusun Alur Cempa rata-rata berdekatan dengan rumah penduduk sangat butuh diperhatikan secara serius', harapnya.
Datok Penghulu Desa Rantau Pakam melalui Kepala Dusun (Kadus) Alur Cempa Irwansyah menyampaikan, harapan masyarakat agar segera adanya tindakan dari pihak Pemerintah a terhadap resiko yang akan dialami masyarakat.
"Saya berharap kepada pemerintah segera lah memperbaikinya, karena takutnya sekarang yang curah hujannya semakin tinggi saat ini. Kami takut terjadi lebih parah lagi", harap Kadus Alu Cempa.
Dan kami juga berharap kepada pemerintah tolong lah perhatikan kami Desa Rantau Pakam. Berapa minggu yang lalu sudah datang langsung Ketua DPRK Aceh Tamiang melihat tanggul kami, tapi sampai sekarang belum lagi di perbaiki.*
Editor : Syahrudin AP


