• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Wali Murid : Tidak Benar SMP 3 Tj Bintang Koordinis Beli Seragam

    28/12/20, 07:31 WIB Last Updated 2020-12-28T00:32:52Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini


    TRIBUANANEWS.COM | Lampung Selatan - Didugakan lakukan pungli oleh salah satu  media online akhirnya  pihak SMP SMP 3 Tanjung Bintang memberikan penjelasan.


    Sainah S.Pd., M.Pd., selaku kepala sekolah melalui pesan singkat nya kepada media  Tirasnusantara jum'at (25-12-2020), 

    apa yang didugakan  tersebut tidak benar.


    "apa yang  dugakan salah satu rekan media tidak benar mas maka harus saya luruskan" jelas Sainah melalui pesan WatsApp.




    Dalam kesempatan tersebut ada beberapa poin yang  dapat dijelaskan Sainah,


    "1. Terkait rapot

    Kami pihak sekolah tidak pernah menjual laport. Karna rapot tidak bisa dijual belikan, sebab raport merupakan kertas yang berisi nilai belajar  siswa/siswi selama mengikuti pendidikan.


    Tetapi laport siswa/ sekarang bentuk sesuai dg yang diamanahkan Kurikulum 2013. (K13).




    Bentuk nya lebar seukuran dg hps A4. (Tidak berbentuk buku seperti laport yg lama ).


    Karna laport tersebut besar, seukuran kertas A4 dan tidak bersampul, maka untuk menjaga keamanan laport dari kerusakan dan lecek, robek dan hilang maka di harapkan diberi sampul (map), Sementara sampul yang bagus tidak dianggarkan dari dana BOS.  


    Oleh sebab itu guru menyarankan kepasa orang tua supaya orang tua membelikan sampul raport anak nya. 


    Tapi justru orang tua yang berharap kepada guru supaya menyediakan sampul laport agar mereka tidak  repot lagi bila harus membeli  ke pasar.  ( Jadi bukan di paksa ya )," jelas nya.


    "2. Terkait LKS kepala sekolah tidak pernah menjual LKS, hanya saja  ada sales buku yg datang  menawarkan LKS ke Siswa melalui komite.


    Komite menawarkan kepada siswa bila ada yg ingin membeli LKS di persilakan, tapi bagi yg tidak mau membeli tidak ada paksaan. Jadi tidak ada keharusan atau paksaan. Selama Tahun 2020 tidak ada sales buku LKS, dan anak tidak ada yg membeli LKS," tambahnya.


    "3. Terkait seragam sekolah, selama ini kami tidak pernah menjual seragam. 


    Kebanyakan justru orang tua siswa yang memohon kepada pihak sekolah, sekali lagi dengan alasan repot bila harus menjahit sendiri. Dengan demikian pihak sekolah menyampaikan pesanan seragam yang dipesan  oleh orang tua siswa kepada penjahit.


    Terkait harga, sesuai dengan harga dari ketentuan tukang jahit, pihak sekolah tidak mencari keuntungan" tutup Sainah.


    Sementara itu beberapa orang tua siswa yang berhasil dimintai keterangan oleh media ini, hampir semua membenarkan  keterangan kepala sekolah.


    Mr,  At, Sum, Rin, Sul  yang sempat diwawancarai dan dimintai keterangan minggu (27-12-2020) jawaban nya semua sama bahwa mereka justru yang memesan, meminta tolong kepada pihak sekolah.


    "Justru kami selaku orang tua siswa kebanyakan  yang memesan kepada pihak sekolah," jelas Mr di kediaman.


    Hal senada juga disampaikan oleh Sum ketika di jumpai di kediamannya, minggu ( 27-12-2020).


    "Ada kok bukti mas bukti  pemesan kami, masih saya simpan" sambil Sum menunjukkan bukti pemesanan seragam yang dimaksud.*


    Laporan : Elman

    Sumber  : Aminudin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan