masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Ambon - Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama Maluku tengah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka persiapan rapat kerja Lesbumi NU Maluku pada tahun 2021, mendatang.
Selain itu, menyatukan berbagai pikiran yang dapat memberikan kerja lembaga di bidang seni dan budaya, baik itu budaya daerah Maluku maupun budaya Muslim yang ada di Negeri bumi tanah para Raja (Maluku).
Hal ini di sampaikan oleh Ketua Wilayah Lesbumi NU Maluku Hj. Fatma Nio, S.Pd, saat di temui Tribuananews di kantornya, Senin (8/12/2020).
Hj. Fatma Nio menyampaikan, bahwa baru saja selesai melaksanakan kegiatan rapat koordinasi pengurus wilayah Lesbumi NU Maluku, dimana dalam rapat tersebut membahas tentang program kerja lembaga ke depan. Salah satu yang menjadi poin penting adalah rencana kedepan di awal tahun 2021, akan melaksanakan kegiatan rapat kerja Lesbumi NU Maluku .
Sambung Hj. Fatma Nio, bahwa Lesbumi NU Maluku ini hadir untuk mengangkat seni dan budaya Maluku terutama seni dan budaya muslim yang saat ini sudah jarang muncul ke permukaan. Untuk itu ia sangat yakin sekali bahwa lembaga ini akan besar di Maluku dan kedepan lembaga seni budaya muslim Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Maluku akan mengimbangi lembaga seni budaya yang lain di Maluku.
Selain Hj. Fatma Nio, Ketua Pembina Pengurus Wilayah Lesbumi NU Maluku, Fatima Tuasamu, S.Pd juga turut menjelaskan bahwa kurang lebih 58 tahun lalu, Lesbumi adalah salah satu lembaga seni budaya yang lahir dari kandungan Nahdlatul Ulama untuk lebih memperhatikan seniman-seniman dan budayawan Islam Indonesia.
Sehingga dengan melahirkan Lesbumi NU berarti khasanah seni dan budaya keislaman di Indonesia tetap dijaga dan dipelihara dengan baik.
Menurut Fatima Tuasamu yang di sapa Fat, mengemukakan bahwa lembaga ini merupakan salah satu dari anak kandungan NU dan baru pertama kali terbentuk di Provinsi Maluku.
"Saya adalah pembina Lesbumi NU Maluku, bahwa lembaga ini (Lesbumi) sangatlah penting, dan sudah saatnya para seniman di daerah ini ,direkrut oleh Lesbumi NU Maluku ini, untuk dapat membantu dan mengangkat kesenian daerah Maluku khususnya kesenian muslim dan budaya-budaya muslim yang ada di daerah ini, yang hampir hilang, untuk itu dengan hadirnya Lesbumi NU Maluku dapat mengangkat dan mendorong untuk dipentaskan selalu baik itu di daerah dan atau dipentaskan di tingkat Nasional serta Internasional," kata Fatima.
Ditanya apakah Lesbumi NU Maluku ini berkeinginan untuk melaksanakan kegiatan misalnya seminar seni dan budaya Daerah Maluku, dijawab oleh Pembina Lesbumi NU Maluku Fatima Tuasamu, bahwa iya, Insya Allah kami berkeinginan besar untuk melakukan kegiatan seperti itu.
"Dan Insya Allah itu yang menjadi prioritas utama program tersebut," jawabnya.
Karena kami yakin, lanjut Fatima, bahwa pengiat seni dan budaya ini sangat berminat untuk bergabung menjadi anggota dan pengurus Lesbumi NU, baik itu Provinsi, Kabupaten dan Kota se- Maluku, intinya adalah mengangkat harkat dan martabat kesenian daerah Maluku untuk dipentaskan ke publik selain itu jadi sejarah bagi anak cucu nanti.
"Perlu diketahui bahwa Insya Allah di bulan Ramadhan nanti Pengurus Wilayah Lesbumi akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Maluku dalam kerja sama ini kami akan melakukan kegiatan festival di mana kita akan menampilkan beberapa kesenian muslim yang sebentar nanti akan menjadi tolak ukur untuk kemudian dibina oleh Lesbumi NU Maluku," ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, kita juga akan berusaha melaksanakan kegiatan kegiatan sosial untuk menggalang dana.
Tempat yang sama, Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku, Gus A. Hamid Umakapa, menyampaikan kepada pengurus Wilayah Lesbumi NU Maluku dan pengurusnya untuk dapat mengetahui dengan pasti bahwa Lesbumi NU ini, di dalamnya ada banyak sekali para pegiat-pegiat seni musik begitu juga sastra.
"Karena itu, di NU itu saya ulangi lagi banyak sastrawan-sastrawan yang menggali pemikiran tentang filsafat Islam atau filsafat modern tapi lebih banyak itu kesitu," ujarnya.
"Lesbumi NU di Maluku, dalam catatan sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama Maluku, belum pernah dibentuk," sambunya.
Ditanya kenapa demikian, dijawab oleh Gus Mid, "ya itu, kita banyak tapi Oleh sebagian kita di NU berpikir bahwa NU itu adalah Lembaga fatwa dan Lembaga Al-Qur'an serta Lembaga Hadits, tapi tidak pernah berpikir bahwa Lesbumi ini juga memiliki wadah yang besar seperti Seni dan budaya".
"Dimana menampilkan kesenian-kesenian yang bernuansa ke-islaman, sehingga dapat memberikan beberapa gambaran untuk kepada kita yaitu musik yang Islami, bernyanyi yang islami yang memiliki karakter-karakter yang Islami," terangnya.
Yang kedua, lanjut dia, pengelolaannya itu, berimplikasi pada berbagai aspek, misalnya Lesbumi NU Maluku ini berkeinginan ke depan itu akan mewadahi satu sistem yang mengelolaan kepariwisataan yang islami.
"Dan ini salah satu dari pengetahuan tentang kesenian yang benar-benar diwujudkan dalam bentuk seni dan budaya Islam, itu yang di harapkan," jelanya.
Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Maluku, berpesan agar Lesbumi NU Maluku ini harus benar-benar diwujudkan melalui sejarah berdirinya Lesbumi NU 58 tahun yang silam," tutup Gus Mid.*
Laporan : Ajid Tomagola


