"Substansi dari rasa kebangsaan dan Kebhinekaan adalah kesadaran untuk bersatu ditengah perbedaan suatu bangsa, karena rasa kesamaan dan kepentingan demi masa depan Indonesia, terkhusus di Provinsi Maluku, karena rasa kebangsaan dan kebhinekaan merupakan perekat yang mempersatukan sekaligus memberi dasar kepada seluruh masyarakat untuk memahami jati diri bangsa," ungkap Kakanwil.
Menurutnya, sebagai leading sector, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku bahwa, saat ini konsen mengembangkan program moderasi di seluruh kota kabupaten di Provinsi Maluku, maksud kakanwil moderasi beragama bukanlah upaya untuk mengubah ajaran Agama, bukan pula untuk melakukan degradasi terhadap praktik praktik keagamaan akan tetapi moderasi beragama justru mempraktikkan cara beragama yang kaffah, dengan mengamalkan pada tiga tingkatan yaitu, ukhuwwah diniyah, ukhuwwah wathaniyah dan ukhuwwah insaniyyah.
Perlu diketahui bahwa harmonisasi sosial dan solidaritas masyarakat Maluku adalah dua kebutuhan yang bersifat urgen saat ini. Sehingga kita harus menanamkan komitmen berdiri dan melangkah bersama memajukan pembangunan di Maluku, sehingga dua kebutuhan ini tidak boleh lagi di tawar tawar oleh garis kepentingan golongan atau separatis apapun dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hadir dalam kegiatan ini, Kodam XVI/Pattimura, diwakili oleh Kolonel, Arm. Safrudin, S,Sos, M.Si, Pa. Ahli Pangdam XVI/ Pattimura, Bidang Sosial Budaya, Kombes. Pol. Andy Ervin, S.I.K, M.H, Dir.Binmas Polda Maluku, Mayor Inf. Jayadi, S.Ag, M.Si, Kasibin rohis Bintaldam XVI/Pattimura, Kandepag Kota Ambon, Para Kepala Bidang dan Kepala Seksi Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Para Kepala Sekolah Madrasah, Mts dan MA yang ada di Kota Ambon.
Pelaksanaan kegiatan dialog kebangsaan dan kebhinekaan ini di ikuti oleh seluruh Kandepag Kementerian Agama Kabupaten/ Kota Se- Maluku dengan dua fase yaitu zoom online dan tatap muka, dengan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes), guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Diakhir penutup, Kakanwil, berharap kegiatan seperti ini kita jadikan sebagai program merawat persatuan sekaligus suatu gerakan membangun Maluku yang harmonis, rukun, toleran dan damai serta kita menjadikan Negeri Tanah Para Raja ini (Maluku) sebagai kiblat pembangunan kerukunan umat beragama untuk kemajuan Indonesia tercinta.
Laporan : Ajid Tomagola
Sumber : Kemenag Provinsi Maluku




