TRIBUANANEWS.COM | Palu - Dampak Pandemi Covid-19 sangat terasa di dunia pendidikan. Dalam waktu yang sangat singkat, pola pembelajaran di sekolah pun berubah tidak seperti biasa di hari normal, terlebih ketika diberlakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut.
Adapun aturan protokol kesehatan diserahkan kepada setiap sekolah, guna mencegah meluasnya virus Covid-19, serta sekolah pun harus menyesuaikan Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) sebagai panduan guru untuk proses mengajar.
Namun, kebanyakan sekolah menggunakan aplikasi yang sudah di buat untuk panduan pembelajaran, yakni berupa aplikasi ruang guru.
Proses pembelajaran di tengah wabah pandemi saat ini sebenarnya ada manfaat, dan juga memberikan peluang bagi karya anak daerah yang bisa masuk dalam brand nasional.
"Pasalnya, Menteri Pendidikan memberikan peluang kepada Kepala Sekolah agar bisa mendaftarkan aplikasi pembelajaran yang di susun anak daerah, pada pertemuan Kepala Sekolah se indonesia melalui webinar oleh Dirjen Informasi dan komunikasi pekan lalu," papar Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Palu.
Hasil pertemuan tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Palu Drs.Triyono, M.Pd., saat ditemui awak Media Tribuananews.com diruang kerjanya, Rabu (4/11/2020).
Triyono juga mengatakan, bahwa Kemendikbud memberikan peluang kepada Kepala Sekolah untuk dapat menggunakan aplikasi dalam bentuk pembelajaran, dan itu hasil karya siswa atau umum didaerahnya masing masing.
Akan tetapi, jelas Triyono, harus didaftarkan terlebih dahulu di Kementerian untuk jadi brand nasional, sehingga bisa sama seperti aplikasi ruang guru yang sudah berlabel.
"Sebenarnya, hal ini sudah pernah saya utarakan lima tahun lalu melalui dewan guru, agar membuat aplikasi yang berbasis IT, namun belum terselenggara dengan baik. Nah, sekarang rencana itu sudah terbukti di masa pandemi Covid-19, yakni sebagai aplikasi pembelajaran saat ini," ungkapnya.
Dalam kondisi Covid-19, SMKN 3 Palu sedianya tetap memperhatikan hak-hak guru dan kewajiban, diantaranya absensi secara online untuk guru dan siswa, RPP yang telah di sesuaikan dan kontrol dewan guru setiap hari belajar serta perkembangan pembelajaran.
Untuk itu, pembelajaran secara online seharusnya bisa mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya anak daerah yang ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang masa.
"Selain itu, kami tetap memperhatikan kemampuan para siswa, seperti halnya melalui event yang diselenggarakan kemarin di tingkat nasional, sehingga memperoleh juara satu dan juara lima. Hal ini dikarenakan masih pandemi, jadi semua berasa berbeda, hanya melalui aplikasi zoom saja saat ini," terangnya.*
Laporan : Agus
Editor : Hendra

